Pantau Flash
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang
Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB
Belum Bayar Utang ke Negara, Bambang Trihatmodjo Dicegah ke Luar Negeri
Ketua KPU RI Arief Budiman Positif COVID-19

Ekonomi Negatif 3,5-5,5 Persen, Malaysia Alami Resesi

Ekonomi Negatif 3,5-5,5 Persen, Malaysia Alami Resesi Ilustrasi (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Malaysia meramal pertumbuhan akan minus di 2020. Ekonomi Negeri Jiran itu sepanjang tahun ini dikisaran -3,5 hingga -5,5 persenHal ini disampaikan secara resmi oleh Bank Negara Malaysia, Jumat (14/8/2020). Meski begitu, otoritas optimistis ekonomi akan membaik di 2021, dengan pertumbuhan 5,5 hingga 8,0 persen.

Sementara itu, pada pengumuman PDB kuartal II 2020 ini, Malaysia mencatat -17,1 persen secara (YoY). Ini merupakan kontraksi ekonomi pertama sejak triwulan ketiga 2009 dan penurunan paling tajam sejak triwulan keempat tahun 1998.

Baca juga: 5 Strategi Amankan Keuangan Keluarga Saat Hadapi Resesi

Langkah lockdown guna mencegah COVID-19 menghancurkan ekonomi negara itu. Konsumsi rumah tangga merosot hingga 18,5 persen sementara investasi turun 28,9 persen. Bahkan permintaan eksternal masih berkontribusi negatif ke PDB, ekspor dan impor turun tajam.

Di sisi lain jasa produksi, sektor jasa dan manufaktur mengalami kontraksi. Pertambangan dan konstruksi juga turun. Secara basis kuartalan (QtQ) ekonomi Malaysia -16,5 persen di kuartal II ini. Di kuartal I, Malaysia -2 persen.

Sebelumnya IMF meramalkan ekonomi negara itu akan -3,8 persen selama 2020. Ketergantungan Malaysia pada perdagangan global menjadi penyebab.

Baca juga: AS Resesi! Ekonomi Anjlok 32 Persen Terburuk Sepanjang Sejarah

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: