Pantau Flash
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh
Ketua Dewan Positif COVID-19, Gedung DPRD Bogor Disterilisasi
Kebijakan Tarik 'Rem Darurat' Dianggap Berhasil, Anies Perpanjang PSBB
Selama Periode 2016-2020 Tercatat 157 Pegawai KPK Telah Mengundurkan Diri
Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Tak Bisa Sendirian Atasi COVID-19

Ratusan Perusahaan Sawit di Sumsel Belum Masuk Gapki, Kok Bisa?

Ratusan Perusahaan Sawit di Sumsel Belum Masuk Gapki, Kok Bisa? Ilustrasi kelapa sawit. (Foto: Ist)

Pantau.com - Ratusan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan hingga September 2020 belum masuk menjadi anggota Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) provinsi setempat.

"Sekarang ini Gapki Sumsel memiliki 74 anggota, padahal di provinsi ini terdapat sekitar 200 perusahaan perkebunan sawit," ujar Ketua Gapki Sumsel, Alex Sugiarto di Palembang, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Industri Sawit 'Harap-harap Cemas' Soal Prediksi Puncak Korona Bulan Juni

Melihat masih banyaknya perusahaan di Sumsel yang belum menjadi anggota Gapki, pihaknya mengajak pemilik atau pengelola perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk segera bergabung.

Jika semua perusahaan masuk ke Gapki, diharapkan dapat lebih banyak lagi yang bisa memberikan masukan dalam menghadapi berbagai permasalahan dan pengembangan industri sawit, katanya.

Industri kelapa sawit di Tanah Air sekarang ini mendapat banyak tekanan dari pesaing di pasar internasional. Menghadapi tekanan tersebut, pihaknya berupaya menghadapinya dengan membangun komunikasi berbagai pihak terkait serta meningkatkan konsumsi dalam negeri.

Konsumsi minyak sawit mentah dan turunannya terus bergerak naik, dan diharapkan program pemerintah pemanfaatan sawit untuk bio solar 100 persen (B100) bisa berjalan baik sehingga konsumsi dalam negeri lebih besar lagi.

Baca juga: Pengusaha Sawit Fokus Ekspor CPO dalam Kemasan Kecil

Sementara mengenai kegiatan industri sawit di Sumsel pada masa pandemik COVID -19 sejak Maret 2020 hingga sekarang berjalan normal seperti biasanya.

Untuk mencegah penyebaran virus korona di lingkungan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit , anggota Gapki telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai dari pintu gerbang. "Siapapun yang masuk di kawasan kebun dan pabrik wajib menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik," tukas Alex. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: