Pantau Flash
Penerima Vaksin COVID-19 Dosis Pertama Capai 23 Juta Orang di Indonesia
84,3 Persen Masyarakat Ingin Presiden Tetap Dipilih Rakyat, Bukan MPR
Survei SMRC: 52,9 Persen Warga Indonesia Tolak Jokowi Maju Lagi dalam Pilpres 2024
COVID-19 RI 20 Juni: Kasus Harian Melonjak 13.737 dengan Kasus Kematian 371 Orang
Indonesia Kembali Terima 10 Juta Bahan Baku Vaksin COVID-19 Sinovac

Satgas PEN Pede Stimulus Mampu Ungkit Kuartal III-2020

Satgas PEN Pede Stimulus Mampu Ungkit Kuartal III-2020 Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Antara)

Pantau.com - Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (PEN) percaya dengan anggaran stimulus PEN, yang ditargetkan tersalurkan hingga Rp100 triliun akhir September 2020, akan memberikan daya ungkit ekonomi yang cukup besar pada kuartal III 2020, sehingga mampu memperbaiki pertumbuhan ekonomi dibanding kuartal sebelumnya.

Hal itu dikatakan Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers daring dari Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (16/9/2020), menjawab peluang Indonesia lepas dari ancaman resesi ekonomi pada kuartal III 2020 melalui berbagai kebijakan stimulus ekonomi dalam program PEN.

"Tetapi, memang ada variabel lain yang kita tidak tahu apakah turunnya lebih dalam atau kemudian ada sektor lain yang tidak produktif, itu di luar perkiraan kita. Tapi, dengan bekerja keras salurkan Rp100 triliun, kita harap dalam tiga bulan terakhir ini kita bisa berikan daya ungkit ekonomi yang cukup besar untuk kuartal III," katanya.

Baca juga: Indonesia Butuh Rp200 Triliun Biar Terhindar dari Jurang Resesi

Budi menjelaskan hingga awal pekan ini anggaran stimulus PEN yang sudah tersalurkan mencapai Rp87,5 triliun. Dengan demikian, dalam dua pekan terakhir, Satgas PEN akan mengebut pencairan anggaran agar mencapai Rp100 triliun untuk meningkatkan konsumsi domestik.

Wakil Menteri II BUMN itu memberikan gambaran bahwa saat ini rasio fiskal untuk menghitung efek ganda berlipat (multiplier effect) dari sebuah stimulus adalah 2,1.

Dengan begitu, jika pemerintah menyalurkan stimulus hingga Rp100 triliun, maka akan terungkit hingga Rp210 triliun dalam perputaran kegiatan ekonomi di masyarakat.

Baca juga: Kemenkeu Catat Realisasi PEN Capai Rp192,53 triliun

Sedangkan, pada kuartal II 2020 lalu, laju ekonomi Indonesia tercatat minus 5,3 persen. Jika dihitung secara normatif menggunakan asumsi produk domestik bruto Indonesia yang setiap kuartal sebesar Rp3.625 triliun, maka pada kuartal II 2020, ekonomi Indonesia menurun sebesar Rp188 triliun.

Oleh karena itu pula, Satgas PEN memberikan target penyaluran stimulus PEN hingga Rp100 triliun pda akhir kuartal III 2020 atau September 2020 ini agar memberikan daya ungkit ekonomi sebesar Rp210 triliun di masyarakat.

Dengan begitu, daya ungkit ekonomi yang dihasilkan dapat mengompensasi penurunan laju kegiatan ekonomi kuartal II 2020 yang sebesar Rp188 triliun. "Sehingga, mudah-mudahan itu bisa berikan dampak ke PDB sekitar 2,1 kali Rp100 triliun, jadi Rp210 triliun. Hitungan kasarnya seperti itu,” ujar dia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: