Pantau Flash
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh
Ketua Dewan Positif COVID-19, Gedung DPRD Bogor Disterilisasi
Kebijakan Tarik 'Rem Darurat' Dianggap Berhasil, Anies Perpanjang PSBB
Selama Periode 2016-2020 Tercatat 157 Pegawai KPK Telah Mengundurkan Diri
Presiden Jokowi Sebut Pemerintah Tak Bisa Sendirian Atasi COVID-19

TransJakarta Pecahkan Rekor Satu Juta Penumpang dalam Sehari

TransJakarta Pecahkan Rekor Satu Juta Penumpang dalam Sehari Halte TransJakarta. (Foto: Antara)

Pantau.com - Moda transportasi massal Transjakarta mencatatkan pelayanan penumpang yang menembus satu juta orang dalam sehari. Angka itu sekaligus  sejarah baru dalam segi kenaikan angka pelanggan untuk Transjakarta.

"Benar. Pada Selasa, 4 Februari kemarin, Trasjakarta sudah melayani sebanyak 1.006.579 pelanggan," kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Nadia Diposandjojo, melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Angka tersebut mengalami kenaikan dibanding Selasa, 28 Januari 2020, yang hanya mencapai sebanyak 987.583 pelanggan dalam sehari.

Baca juga: Donny Saragih, Eks Dirut TransJakarta yang Menjabat 3 Hari Diburu Kejaksaan

Salah satu poin terbesar yang menyumbang angka terbesar dalam kenaikan pelanggan, katanya, adanya program layanan transportasi terintegrasi, Mikrotrans Jak Lingko yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

"Layanan ini sangat membantu sebagai moda 'first mile dan last mile' masyarakat. Bahkan, sampai hari ini tercatat ada sebanyak 257.981 pelanggan yang menggunakan layanan kami," terang Nadia.

Lebih lanjut, katanya, pencapaian itu juga wujud dari konsistensi Transjakarta dan Pemprov DKI dalam menyediakan layanan transportasi terintegrasi.

"Kami akan terus melakukan pelayanan maksimal bagi pelanggan setia kami tentunya. Terima kasih telah bersama kami dalam memajukan transportasi di DKI Jakarta khususnya," ujarnya.

Baca juga: Dirut Transjakarta: Sampai Jumpa Lagi di Stasiun dan Halte

Nadia menambahkan Transjakarta saat ini sedang fokus mengupayakan program mandiri bertransportasi, antara lain menerapkan sistem pengarah perjalanan (Wayfinding) dan memasang alat Tap On Bus (TOB) di seluruh armada non-bus rappid transit (BRT).

Bahkan, kata dia, dalam jangka 5-10 tahun ke depan Transjakarta sudah menyiapkan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) dengan menekankan empat target utama, yakni peningkatan "ridership", pelayanan armada, infrastruktur, dan pendapatan nontiket.

Untuk target jumlah pelayanan armada bus Transjakarta, kata Nadia, ditingkatkan hingga 19 persen atau 4.334 armada, dengan perincian 967 BRT, 1.167 bus non-BRT, dan 2.200 mikrotrans, kemudian penambahan jangkauan layanan dari 278 rute menjadi 285 rute.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Lilis Varwati
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: