Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

Boeing Punya Bos Baru Pasca Tragedi Mengerikan 737 MAX

Boeing Punya Bos Baru Pasca Tragedi Mengerikan 737 MAX Setelah dilarang terbang, Boeing mengatakan akan menghentikan produksi pesawat jenis 737 MAX mulai Januari 2020. (Foto: Flickr/Paul Thompson)

Pantau.com - Kepala Eksekutif Boeing yang baru, David Calhoun, memulai jabatannya sejak Senin (13/1/2020), saat perusahaan Amerika Serikat pembuat pesawat itu bergelut untuk bangkit dari tragedi dua pesawat 737 MAX yang jatuh hingga menewaskan 346 orang.

Peristiwa yang menimpa kedua jet dalam kurun lima bulan itu menyebabkan pesawat jenis 737 MAX pada Maret 2019 dilarang terbang di seluruh dunia.

Calhoun, 62 tahun, telah sekian lama menjabat sebagai direktur Boeing.Ia pada Oktober tahun lalu disebut-sebut sebagai pemimpin Boeing setelah dewan direktur memecat Dennis Muilenburg dari jabatan kepala eksekutif.

Baca juga: Iran Tak Akan Serahkan Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Jatuh pada Boeing

Calhoun dinyatakan sebagai kepala eksekutif yang baru pada 23 Desember setelah Muilenburg dipecat di tengah kekhawatiran menyangkut hubungan perusahaan itu dengan badan-badan pengatur penerbangan serta penanganan Boeing soal MAX.

Boeing memperkirakan bahwa hingga saat ini pelarangan terbang pesawat-pesawat MAX telah menimbulkan kerugian senilai lebih dari USD9 milia (sekitar Rp123 triliun).

Boeing menghadapi peningkatan biaya akibat penghentian produksi MAX bulan ini, pemberian kompensasi bagi penerbangan yang merugi serta bantuan bagi jaringan pasokannya.

Baca juga: Meski Dipecat sebagai CEO Boeing, Dennis Muilenburg Ketiban Cuan Miliaran

Calhoun, yang lama menjabat sebagai eksekutif kelompok ekuitas swasta Blackstone serta manajer krisis perusahaan, sudah mulai menjalankan upaya untuk memperbaiki hubungan perusahaan dengan para badan pengatur penerbangan, maskapai penerbangan serta anggota parlemen. Ia sebelumnya mengepalai sebuah divisi General Electric, yang mencakup mesin pesawat.

Reuters telah melaporkan bahwa badan AS pengatur penerbangan, FAA, diperkirakan belum akan menyetujui MAX kembali terbang setidaknya sampai Februari dan kemungkinan Maret atau setelahnya.

Maskapai-maskapai penerbangan AS sudah membatalkan penerbangan dengan MAX hingga awal April atau setelahnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: