Pantau Flash
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta Jadi Rujukan COVID-19
Wali Kota Bandung Minta Warga Waspadai Klaster Keluarga COVID-19
Kota Sukabumi Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat COVID-19
Kasus Baru Positif COVID-19 di Indonesia Hampir 5.000 per 25 September
Pembayaran Klaim Asuransi Terkait COVID-19 Capai Rp216 Miliar

Asap Karhutla Australia Sampai ke Indonesia?

Headline
Asap Karhutla Australia Sampai ke Indonesia? Pemimpin pelaut anggota kru udara Brendan Menz memperhatikan saat Helikopter Pendukung Maritim MRH-90 HMAS Choules mendarat di wilayah terdampak kebakaran hutan di bagian selatan New South Wales, Australia, Kamis (9/1/2020). Gambar diambil 9 Januari 2020.

Pantau.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa kemungkinan kecil asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Australia akan menyebar sampai Indonesia setelah laporan NASA menyebut asap sudah sampai benua Amerika.

"'Polar jet stream' telah membawa asap kebakaran hutan Australia menyeberangi Samudra Pasifik bagian selatan pada ketinggian atmosfer sekitar 16 km dan menyebar sampai ke negara benua Amerika bagian selatan, antara lain Chile, Argentina, dan Uruguay," ujar kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal dalam rilis yang diterima di Jakarta pada Jumat (17/1/2020).

Baca juga: Ini Dia Wombat, Pahlawan Kecil saat Kebakaran Hutan di Australia

Sebelumnya, lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA), mengatakan, asap kebakaran hutan Australia telah menyebar sampai benua Amerika dan berpotensi memengaruhi atmosfer secara global, per laporan 10 Januari 2020.

Kemunculan laporan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa asap dari kebakaran hutan di Australia bisa menyebar hingga wilayah Indonesia, yang berada tepat di utara "Negara Kanguru" itu.

Menurut Herizal, fenomena asap dari wilayah selatan dan tenggara Australia sampai benua Amerika itu disebabkan oleh "polar jet stream", yaitu aliran angin kencang pada sekitar 60 derajat lintang selatan dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam yang bergerak konsisten ke arah timur.

Hingga akhir Januari 2020, kata dia, "polar jet stream" masih cukup kuat sehingga potensi penyebaran asap masih dominan ke timur Australia.

Baca juga: Kebakaran Ganggu Penyelenggaraan Australia Open

Karena dominasi aliran angin kencang ke ke timur tersebut maka kecil kemungkinan asap kebakaran hutan Australia akan menyeberang ke Indonesia, yang dinamika atmosfernya sendiri didominasi oleh angin barat atau monsun Asia.

Kebakaran hutan di Australia yang terjadi baru-baru ini, kata dia, juga salah satu kejadian paling parah dalam sejarah kebakaran hutan.

"Meskipun tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan perubahan iklim, tetapi kenaikan suhu udara global telah meningkatkan risiko kebakaran hutan sehingga akan lebih sering terjadi," tandasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: