
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan kewaspadaan terhadap multibencana harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi masa transisi cuaca menjelang periode musim kemarau pada Juni 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sebagian wilayah Indonesia saat ini menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi basah dan kering secara bersamaan.
“Kelangkaan air bersih dan dampak lain seperti karhutla menjadi ancaman serius. Sementara pada masa pancaroba sangat rentan terhadap cuaca ekstrem yang memicu hujan lebat dan angin kencang,” ungkap Abdul Muhari.
BNPB Soroti Ancaman Kekeringan dan Karhutla
Menurut Abdul Muhari, sejumlah daerah mulai memasuki musim kemarau yang berpotensi memicu fenomena kekeringan dan berbagai dampak turunannya.
Ia menilai langkah mitigasi yang dilakukan secara simultan menjadi kunci untuk mengurangi risiko kerugian besar akibat bencana pada masa peralihan musim.
BNPB saat ini memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
Hingga Rabu (20/5), luas area yang terbakar di Riau tercatat mencapai 3.474,74 hektare.
Operasi pemadaman terus dilakukan secara terpadu melalui kombinasi operasi udara dan darat dengan dukungan berbagai instansi lintas sektor.
Petugas Gabungan Perkuat Kesiapsiagaan
Upaya penanganan karhutla juga dilakukan di Aceh setelah petugas gabungan berhasil memadamkan kebakaran lahan seluas dua hektare di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, pada Senin (25/5) malam.
BNPB menilai sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau.
Untuk meminimalkan risiko multibencana, BNPB mengimbau masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi terkait.
Masyarakat juga diminta menjaga kondisi kesehatan, membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing, serta menyiapkan tas siaga bencana untuk kebutuhan darurat keluarga.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





