HOME  ⁄  Nasional

Tiga Kabupaten di Jawa Tengah Dilanda Kekeringan, BNPB Imbau Warga Bijak Gunakan Air Selama Musim Kemarau

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Tiga Kabupaten di Jawa Tengah Dilanda Kekeringan, BNPB Imbau Warga Bijak Gunakan Air Selama Musim Kemarau
Foto: Personel BPBD Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Pemalang, Jawa Tengah, Jumat 26/6/2026 (sumber: Humas BNPB)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Klaten, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Boyolali, mengalami kekeringan seiring masuknya musim kemarau, serta mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Dampak Kekeringan di Tiga Kabupaten

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kondisi kekeringan masih dirasakan masyarakat di ketiga kabupaten tersebut.

Abdul Muhari mengungkapkan, "BNPB mengimbau warga tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air."

Di Kabupaten Klaten, kekeringan melanda Desa Kendalsari, Desa Tegalmulyo, Desa Tlogowatu, dan Desa Sidorejo.

BPBD Kabupaten Klaten mencatat sebanyak 2.498 keluarga atau 8.319 jiwa terdampak kekeringan yang telah dilaporkan sejak awal Juni 2026.

Sebanyak 377 keluarga atau 1.450 jiwa telah menerima bantuan air bersih.

BPBD Kabupaten Klaten menyalurkan 60 ribu liter air bersih kepada warga pada Jumat, 26 Juni 2026, dan pendistribusian akan dilanjutkan secara bertahap.

Di Kabupaten Pemalang, kekeringan melanda tiga desa yang berada di Kecamatan Belik, Kecamatan Bawang, dan Kecamatan Pulosari.

Data sementara BPBD Kabupaten Pemalang mencatat sebanyak 166 keluarga terdampak kekeringan.

BPBD Kabupaten Pemalang telah menyalurkan 4 ribu liter air bersih kepada warga di Desa Pulosari.

Di Kabupaten Boyolali, BPBD mencatat sebanyak 42 keluarga atau 125 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Wilayah terdampak di Kabupaten Boyolali meliputi Desa Ketoyan di Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran di Kecamatan Selo.

BPBD Kabupaten Boyolali telah mendistribusikan 5 ribu liter air bersih kepada warga di dua desa tersebut.

BNPB Ingatkan Ancaman Karhutla

Selain kesulitan air bersih, Abdul Muhari mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Abdul Muhari mengatakan, “BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dalam penanganan maupun meluasnya dampak kebakaran.”

Penulis :
Arian Mesa