
Pantau - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil bergerak cepat menangani kerusakan 58 unit hunian sementara (huntara) akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dengan berkoordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan lanjutan.
Ismail A Jalil menyampaikan penanganan tanggap darurat telah dilakukan dan warga terdampak telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Ia mengungkapkan, "Penanganan tanggap darurat telah kita lakukan dan saat ini warga terdampak bencana mengungsi ke tempat yang lebih aman, dan untuk penanganan lebih lanjut kami juga telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian PU."
Hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa akibat bencana tersebut.
Tim terkait masih terus melakukan pendataan kerusakan dan penanganan pascabencana di wilayah terdampak.
Ayah Wa, sapaan akrab Ismail A Jalil, menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat.
Kerusakan Terjadi di Empat Gampong
Kerusakan huntara terjadi di empat gampong di Kecamatan Langkahan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi mulai dari rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan.
Ismail A Jalil mengatakan informasi tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari Camat Langkahan.
Ia mengungkapkan, "Informasi yang kami terima dari Camat Langkahan, kerusakan sangat bervariasi, ada yang rusak berat, sedang hingga ringan."
Di Gampong Rumoh Rayeuk, sebanyak 36 unit huntara dan satu unit mushalla terdampak, dengan rincian 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.
Di Gampong Langkahan, sebanyak lima unit huntara mengalami rusak ringan.
Di Buket Linteung Dusun Leubok Meuku, tujuh unit huntara mengalami rusak berat dan satu unit mushalla turut mengalami kerusakan.
Sementara di Geudumbak, sebanyak 10 unit huntara terdampak dengan rincian empat unit rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan.
Pemkab Harapkan Perbaikan Segera Dilakukan
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap BNPB dan Kementerian PU dapat segera melakukan perbaikan terhadap huntara yang mengalami kerusakan.
Huntara di Rumoh Rayeuk dan Langkahan diketahui merupakan bangunan yang dibangun oleh BNPB.
Sementara huntara dan mushalla yang mengalami kerusakan di Buket Linteung merupakan bangunan yang dibangun oleh Kementerian PU.
Pemerintah daerah berharap percepatan penanganan dapat membantu masyarakat yang sebelumnya telah terdampak banjir dan tanah longsor.
Pemkab Aceh Utara juga berharap warga tidak mengalami kesedihan berkepanjangan akibat rangkaian bencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
- Penulis :
- Shila Glorya





