Pantau Flash
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru
Usai PSBB, Terbitlah Pusat Perbelanjaan Kota Malang
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon

Dokter Spesialis Paru: Seluruh Warga Indonesia ODP COVID-19

Headline
Dokter Spesialis Paru: Seluruh Warga Indonesia ODP COVID-19 Sejumlah warga mengenakan masker saat beraktivitas diluar ruangan di Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020). (Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

Pantau.com - Spesialis paru Rumah Sakit Persahabatan dr. Andika Chandra Putra mengimbau masyarakat untuk tetap di dalam rumah karena semua orang di negara yang terkena dampak wabah COVID-19 termasuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP).

"Kita semua ini ODP," katanya melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu (1/4).

Di tengah mobilitas masyarakat yang masih terus berlangsung dan tingginya jumlah kasus positif yang terus meningkat, Andika menduga banyak orang yang belum teridentifikasi masih berada di tengah-tengah masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mengisolasi diri secara mandiri dan memantau kondisi kesehatan masing-masing sebagai upaya untuk membatasi penyebaran virus SARS-COV-2, penyebab penyakit COVID-19.

Baca juga: Masker Kain Bisa Jadi Alternatif, tapi Cuci dengan Air Panas dan Deterjen

"Karena kita ini di negara terjangkit, maka kita semua ini ODP. Sehingga perlu pemantauan," katanya. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah jika tidak ada masalah darurat yang mengharuskan mereka keluar rumah.

"Bagi yang kondisi kesehatannya belum begitu gawat atau emergency juga diharapkan sebisa mungkin menghindari rumah sakit, terutama sekali orang-orang yang punya keluhan, misalnya batuk. Jika sudah diperiksa dan kondisinya masih baik, usahakan untuk isolasi mandiri saja," katanya.

"Kecuali kalau dia demam tinggi atau batuknya bertambah sering atau frekuensi napasnya lebih dari 25 kali, itu harus segera ke rumah sakit," katanya lebih lanjut.

Baca juga: Terungkap! 40-90 Persen Partikel Virus Korona Bisa Menembus Masker Kain

Selain untuk menghindari paparan virus, terutama di rumah sakit, dukungan masyarakat untuk tetap di rumah juga membantu tenaga medis untuk menangani orang-orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan.

Ia mengaku saat ini tenaga medis di rumah sakit tempatnya bekerja merasa kewalahan dengan banyaknya pasien yang datang untuk memeriksakan diri.

"Kalau di RS Persahabatan, pasien yang datang di klinik ODP kita itu ada sekitar 150 sehari. Sehingga kalau kondisi pasiennya masih baik, itu akan kita anjurkan untuk isolasi mandiri di rumah," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: