Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

Edy Rahmayadi Minta Pembuang Bangkai Babi ke Sungai Ditindak Tegas

Edy Rahmayadi Minta Pembuang Bangkai Babi ke Sungai Ditindak Tegas Puluhan bangkai babi ditemukan mengambang di aliran Sungai Bederah, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara. (Foto: Antara/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Pantau.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta pelaku pembuang bangkai babi secara sembarangan ditindak tegas, agar ada efek jera.

"Perlu dilakukan penyuluhan kepada peternak, memberikan vaksinasi, pengawasan lalu lintas babi itu hingga penindakan terhadap pelaku yang membuang bangkai babi secara sembarangan," ujarnya di Medan.

Baca juga: Mentan SYL Bakal Isolasi Daerah yang Terjangkit Virus Hog Cholera

Dia mengaku sudah menegaskan hal itu dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tindakan tegas terhadap pelaku pembuang bangkai babi ke sungai dan lokasi lainnya dilakukan untuk menimbulkan efek jera.

Efek jera diperlukan mengingat tindakan pelaku sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Saya sudah minta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan untuk berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk kementerian dan penegak hukum menyelesaikan virus hog cholera babi dan pembuangan bangkai babi itu secara sembarangan," ujarnya.

Baca juga: Viral Cerita Polisi Tangkap Tangan Pembuang Bangkai Babi di Sumut

Akibat banyaknya bangkai babi di buang ke sungai, warga khawatir memakan ikan dengan alasan takut tercemar.

Selain masalah virus babi, Forkopimda membahas penyelesaian berbagai masalah termasuk dugaan pencemaran mercuri di Mandailing Natal yang menimbulkan lahirnya beberapa anak cacat di kabupaten itu.

Kemudian soal keamanan dan kemudahan investasi, stunting, dan lainnya.

"Berbagai masalah harus bisa diatasi cepat dan peluang bisa dimanfaatkan segera," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: