Bejo Susu Jahe Merah Bejo Susu Jahe Merah
Pantau Flash
Fraksi PKB-PSI Tolak Raperda Depok sebagai Kota Religius
Kejagung Periksa Empat Pejabat OJK Terkait Kasus Jiwasraya
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk DKI Jakarta
Bupati Bogor Cari Pihak yang 'Amankan' Konser Rhoma Irama di Pamijahan
Ingat, Hari Ini Terakhir Cetak Ulang Kartu UTBK

Pemkot Depok Bakal Isolasi 31 RW Usai PSBB Selesai

Pemkot Depok Bakal Isolasi 31 RW Usai PSBB Selesai Warga mengunjungi Pasar Musi di Depok, Jawa Barat, Senin (18/5/2020).(Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha)

Pantau.com - Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, akan menerapkan Pengaturan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) di 31 wilayah rukun warga (RW) setelah masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada 4 Juni 2020 .

"Dari total 19 kelurahan yang memiliki kasus konfirmasi positif COVID-19 aktif sama dengan atau lebih besar dari enam, terdapat 31 RW ditetapkan sebagai PSKS berbasis RW," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Rabu (3/6/2020).

Ia mengatakan, saat PSKS di wilayah tersebut akan diatur protokol khusus yang sama saat penerapan PSBB, meskipun jika wilayah lainnya nanti sudah ditetapkan PSBB proporsional. 

Baca juga: Ini 7 Kelurahan di Depok yang Dinyatakan Bebas COVID-19

Menurut dia sejumlah protokol kesehatan yang diterapkan antara lain prosedur keluar masuk, pemeriksaan rapid test atau Polymerase Chain Reaction (PCR), pemantauan kasus, hingga penyisiran isolasi mandiri dengan melibatkan Satgas Kampung Siaga, RT, RW, dan sukarelawan.

"Tujuan PSKS ini untuk memutus rantai penularan COVID-19 pada RW-RW yang memiliki kasus konfirmasi tinggi, sehingga diharapkan penyebaran dan peningkatan kasus dapat segera menurun," katanya.

Mengenai kapan diberlakukannya tatanan normal baru atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Idris mengatakan apabila PSBB dapat diselesaikan pada 4 Juni, rencana normal baru  akan disosialisasikan Pemerintah Kota Depok.

Dikatakannya sejak 28 Mei 2020 hingga saat ini tren reproduksi efektif Kota Depok semakin menurun. Apabila reproduksi efektif semakin membaik dan bisa mencapai 0,5 atau satu, Pemerintah Kota Depok akan melakuan AKB atau normal baru.

Baca juga: Pemkot Depok Perpanjang ASN Bekerja dari Rumah hingga 4 Juni

"Insya Allah setelah Kamis, 4 Juni 2020 kita akan mendapatkan sesuatu yang kita rindukan. Antara lain kita dapat beribadah di rumah-rumah ibadah," katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ibadah di rumah ibadah akan diatur sesuai protokol kesehatan yang akan disosialisasikan satu atau dua hari ke depan.

Hanya untuk RW dan kelurahan-kelurahan tertentu yang kemungkinan besar tetap harus melalukan kegiatan di rumah saja. "Tentunya kita harus tetap bisa bersabar menunggunya," demikian Mohammad Idris.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: