Pantau Flash
Bea Cukai Jangkau Masyarakat Sekitar dengan Bahasa Madura
Bawaslu: Tren Tertinggi Pelanggaran Netralitas ASN Terjadi Via Medsos
Hasto: Politik Industri di Indonesia Harus Berpedoman Pancasila
Kasus Baru COVID-19 di China Daratan Ada 33 Laporan
Tak Ikuti SE Menaker, Ganjar Naikkan UMP Jateng 2021 3,27 Persen

Tegaskan Tak Ada Pembakaran Rumah di Pubabu, Polisi Buru Penyebar Hoax

Tegaskan Tak Ada Pembakaran Rumah di Pubabu, Polisi Buru Penyebar Hoax Seorang ibu bersumpah dengan memakan tanah sebagai bentuk penolakan terhadap penggusuran rumah mereka di Pubabu. (Foto: Antara/HO-Istimewa)

Pantau.com - Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Timor Tengah Selatan, AKBP Aria Sandy, mengatakan pihaknya menelusuri oknum penyebar informasi yang tidak benar (hoax) terkait adanya aksi pembakaran rumah warga di Pubabu Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan pada Jumat, 16 Oktober 2020.

“Informasi bahwa ada aksi pembakaran rumah di Besipae tidak betul. Kami sementara telusuri siapa pihak yang menyebarkan berita hoax seperti itu,” katanya ketika dihubungi Antara dari Kupang.

Ia menjelaskan pihaknya telah mengetahui adanya informasi yang beredar di media sosial berupa foto dan keterangan yang menyebutkan adanya aksi pembakaran rumah hunian sementara warga di Pubabu Besipae yang dilakukan kelompok masyarakat.

Baca juga: 37 Rumah Hunian Sementara Warga Pubabu Timor Tengah Selatan Dibakar?

Informasi seperti ini, lanjut dia, tidak bertanggung jawab dan bisa berdampak memperkeruh suasana di Pubabu Besipae yang sementara dilanda konflik memperebutkan lahan.

“Jadi kita telusuri penyebar informasi hoax yang meresahkan dan akan kita tindak sesuai UU ITE,” katanya.

Aria menjelaskan, kebakaran di Pubabu Besipae melanda dua unit bangunan darurat dan belum diketahui penyebab kebakaran.

“Kebakaran itu mungkin akibat puntung rokok yang dibuang. Ada dua bangunan rumah yang terbakar yang didominasi terbuat dari daun gewang yang kering sehingga mudah terbakar dan merambat dengan cepat karena tiupan angin,” katanya.

Ia menjelaskan, upaya pemadaman sudah selesai dilakukan para personel polisi bersama aparat TNI-AD dan unsur pemerintah yang saat itu berada di lokasi.

Baca juga: Besipae NTT Bergejolak, Seorang Ibu Dicekik dan Ditendang Oknum Pemprov

Aria mengimbau agar di tengah kondisi konflik di Besipae, setiap orang menjaga situasi dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak bertanggung jawab yang hanya memperkeruh suasana.

Sebelumnya, konflik memperebutkan lahan di Pubabu Besipae kembali terjadi Rabu 14 Oktober 2020, antara kelompok masyarakat dari 37 kepala keluarga dengan aparat Pemerintah Provinsi NTT.

Selanjutnya pada Kamis, 15 Oktober 2020, bentrok kembali terjadi antara warga yang tinggal di Pubabu Besipae dengan kelompok masyarakat dari desa tetangga yang berujung pada pengerusakan rumah warga.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: