Pantau Flash
Kemenkes Khawatir WNI di Diamond Princess Terjangkit Korona Tanpa Gejala
Kemenhub Siapkan Payung Hukum untuk Sepeda Listrik
China Pecat Sejumlah Pejabat Pasca Pasien Korona di Penjara Meningkat
WNI yang Dievakuasi dari Kapal Diamond Princess Langsung Dikarantina
Persija Hadapi Tim Singapura dalam Tajuk 'The Dream Team'

Kecewa dengan Hukuman, Manchester City Akan Gugat UEFA

Headline
Kecewa dengan Hukuman, Manchester City Akan Gugat UEFA Arsip. Ekspresi kecewa gelandang Manchester City Rodri Hernandez setelah dikalahkan Wolverhampton 2-3 dalam Liga Inggris di Stadion Molineux, Wolverhampton, Inggris, Jumat (27/12/2019) waktu setempat. (Foto: REUTERS/Andrew Yates)

Pantau.com - Manchester City menyatakan kecewa namun tidak kaget atas hukuman UEFA berupa larangan tampil di Eropa selama dua musim ke depan. Hukuman itu dijatuhkan terkait pelanggaran aturan kepatutan finansial (FFP).

Man City juga menuduh penyelidik UEFA, yang ditangani oleh Badan Pengendalian Finansial Klub (CFCB), sejak awal sudah memperlihatkan sikap yang tidak imparsial, demikian pernyataan laman resmi klub pada Sabtu dini hari WIB.

"Pada Desember 2018, Kepala Penyelidik UEFA telah menyampaikan ke publik hasil dan hukuman yang ingin dikeluarkan untuk Manchester City, bahkan sebelum investigasi dimulai," tulis laman resmi Man City.

Baca juga: PSG Geser Manchester City Sebagai Klub dengan Finansial Terkuat di Dunia

Man City merujuk kepada Yves Leterme, mantan perdana menteri Belgia yang ditunjuk UEFA menjadi pimpinan penyelidikan kasus klub yang dialiri dana dari Uni Emirat Arab tersebut.

Hal itu sempat diprotes secara resmi oleh Man City ke badan disipliner UEFA yang kemudian direkomendasi oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

"Mudahnya, ini kasus yang diinisiasi UEFA, dilakukan UEFA dan diputuskan UEFA," tulis Man City.

Baca juga: FIFA Setujui 6 Stadion yang Akan Gelar Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia

Man City menyatakan akan segera menggugat keputusan itu ke CAS.

Man City dihukum larangan tampil di Eropa pada musim 2020/21 dan 2021/22 serta denda 30 juta euro (sekira Rp445,6 miliar), karena dinilai memanipulasi laporan keuangan 2012 s.d. 2016.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Lilis Varwati
Penulis
Lilis Varwati
Category
Olahraga

Berita Terkait: