Pantau Flash
Baleg DPR Agendakan Raker dengan Pemerintah Sebelum Bahas RUU Ciptaker
PSBB DKI Jakarta Berlaku Mulai Jumat 10 April 2020
Laboratorium Rapid Test PCR Korona RSPAD Gatot Soebroto Segera Beropersi
Pemerintah: 14.354 Spesimen Telah Diperiksa untuk Deteksi COVID-19
Menkeu: 11,9 Juta Nasabah KUR Dapat Penundaan Cicilan Pokok dan Bunga

Pawai Obor Olimpiade Bakal Dikurangi Akibat Virus Korona

Pawai Obor Olimpiade Bakal Dikurangi Akibat Virus Korona Ilustrasi Olimpiade 2020 Tokyo. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Panitia Olimpiade Tokyo 2020 sedang mempertimbangkan untuk mengurangi berbagai hal pada acara pawai Obor Olimpiade tahun ini karena kekhawatiran atas wabah virus korona.

Ketua eksekutif Tokyo 2020 Toshiro Muto mengatakan pawai obor yang dianggap sebagai peristiwa penting jelang Olimpiade, dapat dikurangi porsinya sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus.

Baca juga: Suporter Juventus Diizinkan Datang ke Perancis

"Perampingan adalah salah satu pendekatan yang bisa kita pertimbangkan." katanya kepada wartawan, Rabu, seperti dikutip kantor berita Kyodo.

Muto menegaskan pawai obor yang rencananya dimulai 29 Maret di daerah yang pernah dilanda bencana di Fukushima, tidak akan dibatalkan.

Menurunkan jumlah peserta upacara keberangkatan dan kedatangan kirab obor bisa menjadi salah satu langkah yang ditetapkan oleh Tokyo 2020 di tengah kekhawatiran akan virus tersebut, yang sejauh ini telah menewaskan 2.770 orang dan menginfeksi lebih dari 81.000 orang di seluruh dunia.

"Menyatukan penonton dalam jumlah besar bisa meningkatkan risiko infeksi," kata Muto.

Virus corona telah berdampak signifikan pada sejumlah turnamen kualifikasi Olimpiade, dan memunculkan adanya saran kemungkinan Olimpiade ditunda atau dibatalkan - klaim yang secara konsisten dikecilkan oleh penyelenggara dan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Anggota senior IOC Richard Pound sebelumnya mengatakan bahwa keputusan belum akan diambil sampai akhir Mei.

Pound mengatakan Olimpiade bisa dibatalkan jika virus, yang diberi nama resmi COVID-19 oleh Organisasi Kesehatan Dunia, tidak terkendali saat itu.

Menanggapi komentar Pound, Menteri Olimpiade Jepang Seiko Hashimoto menepis kekhawatiran dan menegaskan bahwa Olimpiade, yang dijadwalkan akan dimulai pada 24 Juli, akan berjalan sesuai rencana.

"Yang akan kami lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade tanpa rasa cemas dan memuaskan IOC," tambah Hashimoto.

Wabah tersebut telah memaksa pembatalan, penundaan, atau relokasi puluhan acara, termasuk Kejuaraan Dunia dan kualifikasi Olimpiade.

Liga sepak bola J-League di negara itu, pekan ini mengumumkan bahwa mereka telah menunda semua pertandingan resmi di tiga divisi hingga 15 Maret.

Tokyo 2020 juga telah menunda pelatihan relawan Olimpiade dan Paralimpiade karena wabah tersebut.

Ada 172 kasus infeksi virus corona di Jepang, yang sejauh ini melaporkan dua kematian.

Baca juga: Italita Terdampak Virus Korona, Lyon Pilih Fokus Lawan Juventus

Empat lainnya tewas di kapal pesiar yang telah dikarantina di Yokohama sejak 3 Februari, meskipun Jepang tidak menghitung kematian ini dalam penghitungan keseluruhannya.

Pemerintah Jepang telah dikritik dalam beberapa pekan terakhir karena dugaan kegagalan untuk merespons krisis.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: