Pantau Flash
Bursa Saham Kawasan Naik, IHSG Menguat 15,07 Poin
Eijkman: Flu Babi Membawa Semua Gen yang Pernah Menimbulkan Pandemi
Sudah Ada 29.919 Orang di Indonesia yang Sembuh dari COVID-19
Nadiem Tegaskan Kebijakan: Belajar Merdeka Memiliki Daya Saing Kuat
Pratikno: Janagan Ribut Lagi Soal Reshuffle, Progres Kabinet Berjalan Bagus

Pandemi COVID-19 Sebabkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Meningkat

Pandemi COVID-19 Sebabkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Meningkat Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sebuah penelitian di India menunjukkan bahwa pada saat pandemi COVID-19 terjadi, kadar gula darah pada penderita diabetes ikut mengalami peningkatan.

Alasan utama tingginya kadar gula adalah hormon stres seperti kortisol. Ketika wabah COVID-19 mulai menyebar di seluruh negeri pada bulan Maret tahun ini, kadar glukosa darah penderita diabetes mulai meningkat secara bersamaan.

Baca juga: Pengganti Gula, 6 Bahan Alami Ini Aman untuk Penderita Diabetes

Penelitian ini dilakukan oleh Beato, sebuah ekosistem digital untuk membantu tata cara perawatan dan manajemen diabetes.

Laman Indianexpress melaporkan bahwa kecemasan dan tekanan yang timbul dari lockdown juga penyebaran COVID-19, serta kurangnya akses kesehatan, telah menyebabkan peningkatan kadar gula darah hingga 20 persen pada 8.200 pasien diabetes di seluruh India yang menjadi responden penelitian tersebut.

Rata-rata kadar gula puasa sebelum pandemi terjadi atau pada Januari hingga pertengahan Februari adalah 138 mg/dl. Sementara pada Maret hingga Mei 2020 kadar glukosa darah penderita diabetes mulai mengalami peningkatan hingga 165 mg/dl.

Beato menemukan faktor-faktor kunci yang menjadi penyebab meningkatnya kadar gula darah tersebut adalah stres, kecemasan, gangguan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, rejimen restriktif dan karantina di rumah.

Wilayah yang menunjukkan lonjakan kadar gula darah yang lebih besar adalah wilayah di India Utara, Barat, dan Timur Laut.

Baca juga: Dokter: Pengidap Jantung dan Diabetes Berisiko Berat Terinfeksi COVID-19

Analisis tersebut mengaitkan kenaikan dengan bagaimana keadaan ini biasanya berupa konsumsi beras dan karbohidrat yang juga meningkat.

Laporan tersebut menggarisbawahi bahwa karena stres dan kecemasan adalah "pemicu aktif dalam meningkatkan kadar gula darah", manajemen harian untuk penderita diabetes sangat penting dalam melacak dan mengelola gangguan kronis.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: