Pantau Flash
Guru Besar UI: Kementan Wujudkan Transparansi dan Pemberantasan Korupsi
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Meninggal Dunia karena COVID-19
Dua Tersangka Kasus Edhy Prabowo Menyerahkan Diri ke KPK
Update COVID-19 RI: Ada 4.917 Kasus Baru dengan Total Positif 516.753
Wali Kota Depok Mohammad Idris Positif COVID-19

Peretas Akun Twitter Sejumlah Tokoh Dunia Ternyata Sekumpulan Anak Muda

Peretas Akun Twitter Sejumlah Tokoh Dunia Ternyata Sekumpulan Anak Muda Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com -  Peretas yang terlibat dalam peretasan akun Twitter sejumlah tokoh ternama dunia, belum lama ini, ternyata adalah anak-anak muda yang tidak memiliki hubungan dengan negara atau kejahatan terorganisir.

Serangan siber, yang sedang diselidiki oleh Twitter dan polisi federal itu, dimulai dengan pesan lucu antara peretas di platform Discord, obrolan yang populer di antara para gamer, The New York Times melaporkan, dikutip dari AFP.

Baca juga: Usai Peretasan Sejumlah Akun, Twitter Umumkan Tak Ada Pencurian 'Password'

New York Times mengatakan telah mewawancarai empat orang yang berpartisipasi dalam peretasan tersebut.

"Wawancara menunjukkan bahwa serangan itu bukan hasil kerja satu negara, seperti Rusia, atau kelompok peretas yang canggih," lapor Times.

"Sebaliknya, serangan tersebut dilakukan oleh sekelompok anak muda --salah satunya mengatakan tinggal bersama ibunya -- yang berkenalan satu sama lain karena memiliki obsesi untuk memilki nama pengguna yang tidak biasa, satu huruf atau satu angka, seperti @y atau @6."

Peretasan terjadi pada sejumlah pengguna ternama, mulai dari Elon Musk hingga kandidat presiden AS Joe Biden, yang menimbulkan pertanyaan tentang keamanan Twitter.

"Berdasarkan apa yang kami ketahui saat ini, kami percaya sekitar 130 akun menjadi sasaran para penyerang sebagai bagian dari insiden itu," kata Twitter dalam sebuah cuitan.

"Untuk sebagian kecil dari akun ini, para penyerang bisa mendapatkan kendali atas akun tersebut dan kemudian mengirim cuitan dari akun itu."

Cuitan dari peretas mencoba menipu pengikut akun resmi Apple, Uber, Kanye West, Bill Gates, Barack Obama dan banyak lainnya, untuk mengirim mata uang digital bitcoin.

Twitter mengatakan serangan tersebut tampaknya merupakan serangan rekayasa sosial terkoordinasi oleh orang-orang yang berhasil menargetkan sejumlah karyawan kami untuk akses ke sistem dan alat internal.

Cuitan, yang sebagian besar telah dihapus, berisi permintaan untuk mengirim 1.000 dolar AS dalam bentuk bitcoin dan menjanjikan akan mengembalikan dua kali lipat sebagai balasannya.

Menurut Blockchain.com, yang memantau tansaksi kripto, bitcoin senilai lebih dari 100.000 dolar AS telah dikirim ke alamat email yang disebutkan dalam cuitan.

Peretas muda yang diwawancarai Times mengatakan seorang pengguna misterius yang menggunakan nama 'Kirk' memprakarsai skema tersebut dengan sebuah pesan dan merupakan orang yang memiliki akses ke akun Twitter.

Mereka mengaku hanya terlibat dalam peretasan akun Twitter yang kurang terkenal, utamanya hanya karena ingin mendapatkan username @ dengan satu huruf atau angka untuk dijual kembali.

Baca juga: Twitter Lakukan Investigasi Peretasan Sejumlah Akun Besar Terverifikasi

Mereka kemudian mencoba berhenti menjadi perantara untuk 'Kirk' ketika sejumlah akun ternama menjadi sasaran.

Menurut reporter investigasi kejahatan siber, Brian Krebs dari Krebs on Security, beberapa peretas memang terobsesi membajak akun dengan nama profil yang pendek, yang biasa disebut 'Original Gangster' (OG).

"Kepemilikan akun OG ini memberikan status dan pengaruh yang dirasakan dan kekayaan dalam lingkaran pertukaran SIM, karena akun seperti itu sering kali dapat menghasilkan ribuan dolar ketika dijual kembali di bawah tangan," kata Krebs dalam sebuah unggahan.

Menurut laporan Times, peretas yang terlibat dalam serangan terhadap Twitter menjual nama akun yang pendek di situs web OGusers.com, dengan meminta pembayaran dalam bentuk bitcoin.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: