Pantau Flash
Mendag: Neraca Perdagangan RI Surplus dan Tertinggi
Jawa Tengah Bagian Selatan Masih Berpotensi Diguyur Hujan Ekstrem
Formula 1 Bakal Mentas di Sirkuit Kota Jeddah Arab Saudi untuk Pertama Kali
Perancis Tingkat Keamanan ke Level Tertinggi Pasca Penusukan di Gereja
Garuda Akan Garap Penerbangan Kargo untuk Ekspor Produk Laut

Study: Orang dengan Golongan Darah O Berisiko Lebih Kecil Terpapar COVID-19

Study: Orang dengan Golongan Darah O Berisiko Lebih Kecil Terpapar COVID-19 Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Dua studi mengungkapkan bahwa orang yang memiliki golongan darah O memiliki risiko lebih kecil terkena virus korona.

Kantor berita Turki, Anadolu, melansir bahwa sebuah studi di Denmark yang dilakukan 11 peneliti mengungkap, dari 473.654 orang yang dites COVID-19, orang yang bergolongan darah O diasosiasikan dengan risiko infeksi korona yang lebih kecil.

"Kami menunjukkan bahwa golongan darah O secara signifikan terkait dengan penurunan kerentanan terhadap infeksi SARS-CoV-2," kata penelitian yang diterbitkan Rabu di Blood Advances, jurnal medis peer-review American Society of Hematology.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat dan Hobi Baru di Masa Pandemi COVID-19

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A, B, dan AB juga berisiko lebih tinggi mengalami trombosis -- pembekuan darah di dalam pembuluh darah -- dan penyakit kardiovaskular, yang merupakan kondisi signifikan yang terjadi bersamaan di antara pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

Hasil serupa ditemukan oleh studi medis Kanada yang dilakukan oleh 14 peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan dari pasien unit perawatan intensif di enam rumah sakit metropolitan Vancouver.

"Pasien COVID-19 dengan golongan darah A atau AB tampaknya menunjukkan tingkat keparahan penyakit yang lebih besar daripada pasien dengan golongan darah O atau B," kata penelitian tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal yang sama, menambahkan bahwa individu dengan golongan darah O dilaporkan menjadi "kurang rentan terhadap infeksi SARS-CoV-2."

Studi tersebut juga mencatat bahwa pasien COVID-19 bergolongan darah A atau AB memiliki risiko lebih tinggi untuk memerlukan ventilasi mekanis dan durasi yang lebih lama dalam perawatan intensif, dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O atau B.

Sementara 84 persen pasien dengan golongan darah A atau AB membutuhkan ventilasi mekanis pada infeksi SARS-CoV-2, tingkat itu adalah 61 persen untuk pasien dengan golongan darah O atau B, menurut penelitian.

Baca juga: Benarkah Sariawan Dapat Menular? Begini Jawaban Dokter

Rata-rata pasien yang bergolongan darah A atau AB, dirawat intensif sekira 13,5 hari, sementara itu untuk pasien dengan golongan darah O atau B, hanya sembilan hari.

Jumlah kasus COVID-19 di dunia mencapai sekitar 38,5 juta dan kematian mendekati 1,1 juta pada hari Kamis, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: