Forgot Password Register

Anak Buah Kena OTT KPK, Sri Mulyani Ubah Protokol Kepegawaian

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto:Antara/Sigid Kurniawan) Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto:Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku kecewa terhadap terungkapnya korupsi yang melibatkan pegawai Kementerian Keuangan. Menurutnya, hal ini adalah pukulan keras atas reformasi tata kelola dan upaya mewujudkan transparansi.

"Tertangkapnya YP telah membunyikan alarm yang sangat keras, bahwa yang dilakukan YP adalah nyata merupakan praktik makelar anggaran. Saya tekankan bahwa penangkapan YP sangat mengecewakan dan memprihatinkan kita semua," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Baca juga: BI Tak Cetak Ulang Uang Ini, Generasi 90-an Pasti Tahu

Ia menegkaskan, bahwa YP yang ditangkap oleh KPK adalah Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Negara. Bahkan, YP tidak secara struktur juga tidak ada hubungan dengan pengalokasian anggaran ke daerah. Kasus operasi tangkap tangan ini ungkap Sri Mulyani akan mengubah sejumlah protokol bagi karyawan kementerian.

"Prosedur kami ubah menggunakan teknologi informasi, sehingga interaksi dan pertemuan antara kementerian lembaga, pemerintah daerah, atau instansi lain dalam pengurusan anggaran tidak perlu dilakukan perseorangan," tegasnya.

Baca juga: Yakin Harga BBM Tak Naik? Ini Jawabannya

Sri Mulyani juga menyatakan dukungan terhadap langkah KPK menindak upaya gratifikasi kepada penyelenggara negara.

Sebelumnya, KPK telah menahan empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan suap pembahasan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada Rancangan APBN-Perubahan 2018.

Keempat tersangka yaitu anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono, pihak swasta sekaligus perantara Eka Kamaluddin, Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo, dan pemberi suap Ahmad Ghiast.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More