Forgot Password Register

Headlines

Aroma Gas Masih Terasa di Sumur Minyak Meledak di Aceh

 Petugas Pertamina mengawasi saluran pembuangan cairan minyak (Lesser) dari lubang ledakan sumur minyak illegal yang meledak di Aceh(Foto: Antara/ Rahmad) Petugas Pertamina mengawasi saluran pembuangan cairan minyak (Lesser) dari lubang ledakan sumur minyak illegal yang meledak di Aceh(Foto: Antara/ Rahmad)

Pantau.com - Aroma gas masih terasa dari semburan sumur minyak di Kabupaten Aceh Timur. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek mengatakan tim teknis sedang berupaya menutup sumur minyak tersebut secara permanen.

"Bau gas, masih terasa. Tapi saat ini petugas terkait, sedang melakukan survei demi temukan langkah apa yang dibutuhkan terhadap sumur minyak itu," ujar Dadek di Banda Aceh, Senin (30/4/2018). 

Ia mengatakan, tim lapangan tepatnya di Gampong (Desa) Pasir Putih, Rantau Peureulak, Aceh Timur, telah melakukan upaya pengamanan limbah, supaya tidak mencemari lingkungan sekitar.

"Tentunya tim lakukan upaya mitigasi, agar kebakaran tidak tersulut kembali. Meski kandungan dari semburan di sumur minyak itu, 85 persennya adalah air," ucapnya.

Baca juga: Semburan Sumur Minyak Ilegal di Aceh Masih Setinggi 30 Meter

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, pekan lalu mengatakan, tekanan semburan dari sumur minyak itu masih mencapai 30 meter dari permukaan tanah.

Selain itu, dia menerangkan, arah angin juga tidak menentu, sehingga radius hingga 200 meter sangat membahayakan terhadap masyarakat setempat.

"Radius 200 meter sangat berbahaya untuk kesehatan, sehingga kita haruskan seluruh Satgas BPBD yang diposkan disana untuk selalu mengenakan masker setiap saat," tegas Syahrizal

Sebagai informasi, ledakan dan terbakarnya sumur minyak yang terjadi pada Rabu, 26 Aapril 2018 tersebut telah menewaskan 21 orang, termasuk lima korban meninggal di tempat.

Terdapat 39 orang luka bakar serius, lima rumah terbakar, dan 198 orang mengungsi ke kerabat terdekat akibat ledakan terjadi di saat warga setempat sedang mengumpulkan minyak mentah.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More