Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Berjemur Bagus untuk Tulang Tapi Tak Bagus untuk Kulit

Berjemur Bagus untuk Tulang Tapi Tak Bagus untuk Kulit Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Alih-alih terhindar dari kekurangan vitamin D, sering berjemur justru bisa memunculkan masalah pada kulit, salah satunya kulit menua lebih cepat, menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Pondok Indah-Puri Indah, dr Susie Rendra, SpKK.

Baca juga: Guys, Begini Cara Merawat Kulit Wajah yang Benar Bagi Remaja

Oleh karena itu, dia tak menyarankan orang-orang berjemur di bawah sinar matahari terlalu lama (lebih dari 10-15 menit di pagi hari) terutama jika sudah memunculkan efek sunburn atau terbakar.

"Sinar matahari bagus untuk tulang tapi enggak bagus untuk kulit," tutur Susie dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Di sisi lain, Kim Pfotenhauer, asisten profesor dari Universitas Touro di California pernah mengatakan, menghabiskan sekitar 30 menit di bawah sinar matahari (sekitar pukul 09.00) dua kali per minggu sudah cukup membantu meningkatkan dan menjaga tingkat vitamin D.

"Anda tidak perlu berjemur di pantai untuk mendapatkan keuntungan ini. Jalan kaki cukup," kata dia.

Baca juga: Sulit Atasi Kulit Kamu yang Kering? Coba Deh 5 Bahan Alami Ini

Sebelum berkegiatan semisal berolahraga di luar ruangan, jangan lupa mengoleskan tabir surya dengan kandungam SPF 15-30.

Produk ini selain bisa membantu melindungi kulit dari dampak buruk sinat matahari sekaligus antiaging yang paling ringan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: