Pantau Flash
Setelah Ahok, Kini Giliran Mantan Komisioner KPK Temui Erick Thohir
Indra Sjafri Coret Empat Pemain Timnas U-22
Tersangka Serangan Bomber di Polrestabes Medan Bertambah, Jadi 23 Orang
Tumbangkan Moekoena, Daud Yordan Juara Dunia Kelas Ringan
Dua Orang Terduga Teroris Ditangkap di Medan

Detergen, Sumber Utama Pencemaran Sungai di DKI Jakarta

Headline
Detergen, Sumber Utama Pencemaran Sungai di DKI Jakarta Aliran sungai di depan pusat perbelanjaan Mangga Dua, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Jumat (8/11/2019) (Foto: Antara/Laily Rahmawaty)

Pantau.com - Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Ety Riani mengatakan, pencemaran sungai di wilayah DKI Jakarta sangat tinggi terutama berasal dari limbah domestik rumah tangga, salah satunya detergen.

"Saya kira hampir semua sungai di Jabodetabek kandungan limbah detergennya sangat tinggi," kata Prof Ety.

Melihat temuan gumpalan busa menyerupai 'salju' di Banjir Kanal Timur (BKT) di Ujung Menteng, Jakarta Timur, akibat detergen yang sudah lama mengendap di dasar sungai, menurut Ety, sangat bisa terjadi karena kandungan detergen yang ada di sungai. "Bisa, tapi karena sungai biasanya langsung terbawa ke laut," katanya.

Prof Ety mengatakan ada 13 sungai di wilayah DKI Jakarta yang bermuara ke Teluk Jakarta. Setiap sungai membawa bahan pencemar dari hulu sampai hilir.

Baca juga: Busa Mirip Salju Padati Sungai BKT, Ini Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup

Salah satu sungai yang ditelitinya cukup lama adalah Sungai Ciliwung dengan mengukur kandungan limbah nitrat dan nitrit amonia, kemudian fenol dan detergen.

"Detergen itu sampai 900 kilogram per hari beban pencemarannya, berasal dari limbah domestik. Begitu sampai di Jakarta beban pencemarannya sudah jadi ton," katanya.

Ia mengatakan, hasil penelitiannya mengungkapkan tingkat pencemaran di wilayah hulu Sungai Ciliwung seperti Puncak masih rendah. Pencemaran makin tinggi setelah sampai di hilir. "Di Kota Bogor pencemaran Sungai Ciliwung sudah tinggi. Begitu sampai arah Jakarta makin tinggi," katanya.

Selain detergen, pencemaran nitrat dan nitrit juga banyak ditemukan di sungai-sungai wilayah Jabodatebek. Salah satunya sungai di Bekasi yang merupakan aliran dari Sungai Citarum. "Pencemaran logam berat tidak hanya berasal dari pabrik, juga dari domestik dan macam-macam," katanya.

Baca juga: Terkuak! Ternyata Hal Ini yang Buat Ribuan Bangkai Babi Ditemukan di Medan

Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur mengatakan gumpalan busa yang mengambang di permukaan sungai BKT Ujung Menteng berjenis limbah detergen.

"Jenisnya detergen. Kita sudah cek ke laboratorium untuk memastikannya dan tidak berbahaya," kata Kepala Satuan Pelaksana UPK Badan Air Dinas LH Jakarta Timur, Leo Tandino.

Detergen itu diduga berasal dari endapan di dasar sungai dalam waktu yang lama, kemudian terangkat saat terjadi turbulensi di bawah pintu air.

Busa tersebut muncul setelah sebelumnya petugas melakukan pembukaan pintu air untuk kegiatan pembersihan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: