Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

Din Syamsuddin Beri Peringatan: Pemerintah ke Depan Bisa Disandera Parpol

Din Syamsuddin Beri Peringatan: Pemerintah ke Depan Bisa Disandera Parpol Din Syamsuddin. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Pantau.comTokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan pemerintah jangan sampai tersandera kepentingan partai politik (parpol) peminta jatah menteri dalam kabinet pemerintahan.

"Kepada pemerintahan baru, kami berharap bisa membentuk kabinet yang betul-betul berkeahlian dan profesional," katanya usai menghadiri pembukaan Masa Ta'aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta di Solo, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: Pengamat: Permintaan Kursi Menteri PDIP Menyulitkan Presiden Jokowi

Ia mengatakan Indonesia dengan segala tantangan dan permasalahannya dewasa ini menuntut pemerintahan yang lebih baik. Dengan demikian, ia berharap pada jabatannya di periode kedua mendatang Presiden Joko Widodo dapat memastikan jalannya pemerintahan yang lebih baik.

"Harus ada kinerja terbaik. Ini perlu didukung pembantu punya kemampuan, integritas yang bersifat melayani sebagai public server," katanya.

Ia mengatakan hal itu tidak mudah karena harus mengakomodasi kepentingan partai politik. "Tetapi jika akhirnya pemerintah mengakomodasi masing-masing (parpol) minta sekian bahkan tidak boleh kurang, saya bayangkan kinerja pemerintah yang akan datang akan tersandera oleh kepentingan parpol. Ini tidak baik bagi pemerintahan Indonesia," katanya.

Ia mengatakan saat ini banyak menteri dari partai politik yang kurang berorientasi bekerja dan mengabdi untuk bangsa dan rakyat namun justru lebih mengabdi untuk partai.

"Jadi kepentingan partai tidak hilang," kata Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.

Sementara itu, disinggung mengenai ada atau tidaknya tawaran dari pemerintah kepada Muhammadiyah terkait jabatan menteri, ia enggan menjawab detail.

"Saya bukan Ketua PP, saya hanya Ketua Ranting dan ini bukan kepentingan ranting. Tetapi dapat saya katakan sebagai mantan Ketua PP Muhammadiyah, Muhammadiyah orientasinya bukan politik kekuasaan tetapi politik nilai, politik moral," katanya.

Baca juga: JK: Pimpinan MPR Ada 10? Bayangkan Kalau Mau Rapatnya Pasti Lama

Ia mengatakan bagi Muhammadiyah bukan soal posisi di pemerintahan. Meski demikian, jika diberi kesempatan banyak kader Muhammadiyah yang mumpuni.

"Tetapi kalau tidak diberi kesempatan ya biasa saja. Yang penting jangan mengangkat pejabat yang menghalangi kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa dan negara karena itu benar terjadi. Menteri berbuat untuk kelompoknya, Muhammadiyah rugi," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional