Pantau Flash
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan
Menteri Edhy: Perizinan Kapal Tangkap Ikan Akan Selesai 1 Jam
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor

Erick Thohir Diminta Tegas Evaluasi BUMN Beserta Anak Usahanya

Erick Thohir Diminta Tegas Evaluasi BUMN Beserta Anak Usahanya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kedua kanan) mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). (Foto: Antara/Galih Pradipta)

Pantau.com - Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk tegas dalam mengevaluasi BUMN beserta seluruh anak usahanya yang mendapatkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN).

“Kami ingin efektivitas PMN dalam meningkatkan kinerja BUMN benar-benar diperhatikan. PMN dalam lima tahun terakhir ada kisaran Rp130 triliun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Erick Thohir Bakal Panggil Komut dan Dirut BUMN Tiap Bulan

Mufti Anam mencontohkan PMN untuk PTPN Group beserta sejumlah anak usahanya yang mencapai Rp3,5 triliun sejak 2015.

“Bagaimana kinerjanya setelah dapat PMN? Lompatan kinerjanya belum terasa. Kalau memang biasa-biasa saja, perlu ada mekanisme reward and punishment yang jelas. Dan ke depan harus dibikin kontrak, setelah PMN kalau kinerja tidak berkembang, evaluasi direksinya," katanya.

Mufti juga menyarankan agar pemerintah ke depan dalam menyalurkan PMN membuat skema bisnis secara lebih matang.

Dia mencontohkan pengembangan bioetanol di lingkungan PTPN yang memanfaatkan produk turunan tebu. Pendirian pabriknya didanai PMN demi tujuan mengurangi impor BBM, tapi kemudian kesulitan mendapatkan pasar karena alotnya negosiasi dengan Pertamina.

Baca juga: Presiden Jokowi Instruksikan BUMN Dirombak Total

Politikus PDI Perjuangan itu juga menyoroti penyerapan dana PMN. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sepanjang 2015-2018 total alokasi dana PMN sebesar Rp130,3 triliun. Sementara realisasi penyerapan hanya mencapai Rp117 triliun.

Menurutnya, ada dana PMN yang belum terserap lumayan besar, termasuk di BUMN sektor pangan yang sebenarnya ditugaskan untuk memacu produktivitas komoditas pertanian serta menyejahterakan petani rakyat.


Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Ekonomi

Berita Terkait: