
Pantau - PT PP Presisi Tbk (PPRE) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Independen yang menyepakati pelepasan seluruh kepemilikan saham perseroan di PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) kepada PT Lancarjaya Investama Abadi dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Divestasi untuk Perkuat Likuiditas dan Kurangi Beban Bunga
Dana hasil divestasi akan digunakan untuk memenuhi kewajiban perseroan kepada kreditur.
Aksi korporasi tersebut juga ditargetkan menurunkan beban bunga, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat modal kerja guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha pada masa mendatang.
Direktur Utama PPRE Rizki Dianugrah mengungkapkan, "Aksi korporasi tersebut juga sejalan dengan program Penataan dan Pengelolaan Anak Perusahaan BUMN, sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas pengelolaan portofolio dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham."
Rizki Dianugrah mengatakan berbagai langkah strategis yang dilakukan perseroan merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih kuat dan lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
Ia mengungkapkan, "Kami terus berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan."
RUPSLB 2026 Setujui Perubahan Pengurus
Selain menyetujui divestasi, perseroan juga menggelar RUPSLB Tahun 2026 yang menyetujui perubahan susunan dewan direksi dan dewan komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan dan kepemimpinan.
Susunan Dewan Komisaris hasil RUPSLB Tahun 2026 terdiri atas Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Narwanto, Komisaris Maulana Malik Ibrahim, dan Komisaris Albert Simangunsong.
Susunan Dewan Direksi hasil RUPSLB Tahun 2026 terdiri atas Direktur Utama Rizki Dianugrah, Direktur Keuangan & Human Capital Management Ramlan Nurdiansah, serta Direktur Operasi Yovi Hendra.
Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh
Pada tahun buku 2025, PP Presisi membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,9 triliun atau tumbuh 4 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp3,8 triliun pada tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, perseroan mencatatkan rasio likuiditas (Current Ratio) sebesar 1,15 kali yang berada di atas batas covenant perbankan sebesar 1,1 kali.
Perseroan juga membukukan rasio utang berbunga terhadap ekuitas (Interest Bearing Debt to Equity Ratio) sebesar 0,86 kali yang berada di bawah batas covenant perbankan.
- Penulis :
- Shila Glorya





