Pantau Flash
Boeing Klaim 737 MAX Kembali Layani Penerbangan Komersil Januari Mendatang
PAN: Kami Dukung Amandemen Terbatas UUD
Dovizioso Akui Berat Rebut Gelar Juara Tim MotoGP 2019
DPD RI Sebut Pilkada Bisa Kembali Dipilih oleh DPRD
127.462 Hektar Lahan di Kalimantan Hangus Terbakar Akibat Karhutla

Erick Thohir Ungkap Dirinya Akan Pimpin Kementerian Bidang Ekonomi

Erick Thohir Ungkap Dirinya Akan Pimpin Kementerian Bidang Ekonomi Erick Thohir usai bertemu presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (21/10/2019). (Foto: Antara/Agus Salim)

Pantau.com - Pengusaha dan pendiri Grup Mahaka Erick Thohir disebut akan memimpin kementerian bidang ekonomi dalam kabinet kerja jilid II. Hal itu disampaikan Erick usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin (21/10/2019).


"Saya lebih banyak ekonomi," kata Erick yang juga mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu.


Ia menyebutkan Presiden Jokowi saat pidato pelantikannya, Minggu (20/10), menyampaikan target di 2045 Indonesia menjadi negara maju di mana GDP per tahun 300 juta dolar AS lebih.


"Berarti rata-rata gaji hampir Rp30 juta dan ini sudah jadi negara maju, tingkat kemiskinan pada 2045 juga hampir mencapai nol persen," katanya.


Baca juga: Keluarkan Kalimat Ini Saat Wawancara, Wishnutama Jadi Menteri Pariwisata?


Menurut dia, dalam lima tahun mendatang dengan kondisi persaingan dan perang dagang ekonomi, banyak juga negara tetangga mulai merasakan dampaknya.


"Ini yang perlu diantisipasi tentu yang seperti beliau sampaikan kemarin kalau satu titik terus akan jadi UU tapi bagaimana kita harus ubah total agar tidak monoton," katanya.


Menurut dia, sekarang eranya SDM harus produktif karena jika tidak Indonesia akan terus jadi pasar. "Ini bukan berarti anti asing tapi bagaimana menjaga produk nasional," katanya.


Erick belum bersedia menyebut kementerian bidang ekonomi apa yang akan dipercayakan Presiden Jokowi kepada dirinya.


"Yang pasti setelah beliau mewawancara calon calon menteri, tentu beliau akan putuskan. Hari ini tentu luar biasa kalau dipercaya ya harus bersedia," katanya.


Baca juga: Mahfud MD Ungkap Waktu Pelantikan Menteri Kabinet Kerja Jilid II


Mengenai posisi di perusahaan, ia mengatakan sudah pasti dengan jabatan itu tidak boleh ada konflik kepentingan.


"Memang cukup berat bagi saya secara pribadi karena pada saat Asian Games 2018, saya berhenti total hampir 2 tahun 8 bulan kemarin juga harus berhenti lagi ada kerjaan lain, jadi saya rasa sudah hampir tiga tahun lebih," katanya.


Ia menyebutkan sudah normal kembali berada di lingkungan dunia usaha dalam 2-3 bulan terakhir. "Ya mungkin ini rahasia Allah," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Lilis Varwati
Penulis
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: