Pantau Flash
Jubir KPK: Tak Ada Ketentuan Pimpinan Harus Perwakilan Institusi Tertentu
JK Isyaratkan Gerindra Lebih Baik Jadi Oposisi Demi Keseimbangan
Unggul Head to Head dengan Li/Liu, Minions Ogah Pandang Remeh
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen

Girls, Kamu Harus Tahu Apa Itu 'Beauty 4.0'

Girls, Kamu Harus Tahu Apa Itu 'Beauty 4.0' Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Ahli dibidang kecantikan dr. Lanny Juniarti menilai telah terjadi pergeseran kriteria cantik di era industri 4.0 yang mengedepankan teknologi digital sehingga menuntut munculnya keinginan penampilan wajah yang lebih baik.

Baca juga: Chef Marinka Buka-bukaan Soal Kecantikan di Balik Dapur

"Saat ini semakin banyak wanita yang ingin tampil menarik di media sosial sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi industri estetika (kecantikan) untuk memenuhi permintaan masyarakat," kata Lanny yang mejabat President Director Miracle Aesthetic Clinic Group di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Tahun lalu, keinginan untuk memiliki tampilan wajah yang lebih baik dan cantik membuat beauty transformation menjadi tren yang populer, katanya dalam acara 'Aesthetic Outlook 2019: The Turn Around Paradigm of Beauty 4.0.'

Seperti halnya revolusi industri berkembang dan mengalami perubahan dari industri 1.0 menuju 4.0 demikian pula beauty industry mengalami revolusi.

Pada Beauty 1.0, konsep perawatan fokus hanya pada satu dimensi saja, yaitu dokter menggunakan apa yang disebut dengan golden ratio. Dan dari sudut pandang doketrlah yang menentukan perawatan yang terbaik bagi pelanggan.

Sedangkan pada Beauty 2.0, masyarakat menginginkan tampilan wajah dengan perfect look namun tetap memiliki keaslian, versi terbaik dari dirinya, tidak menjadi diri orang lain.

Sedangkan era Beauty 3.0 tuntutan masyarakat kian berkembang. Mereka tidak hanya sekedar ingin menyempurnakan tampilan wajahnya namun perawatan kecantikan yang dilakukan dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Saat ini industri kecantikan telah memasuki era Beauty 4.0. Era digital sangat mempengaruhi perubahan di industri kecantikan. Media sosial bukan hanya menciptakan jaringan sosial, akan tetapi juga akhirnya menyebabkan munculnya beauty social.

Eksistensi diri seseorang di media sosial dapat menimbulkan dampak yang positif, atau justru menuai kritik dari haters. Hal ini tentunya menimbulkan dampak pada sosial dan psikologi seseorang.

Demikian juga di Sosial Beauty, penampilan seseorang dapat menjadi pujian, sindiran, atau bahkan menjadi hujatan. Pada akhirnya hal inilah yang membuat terbentuknya tuntutan baru di dunia estetika.

Baca juga: Kunci Kecantikan Luna Maya di Usia Menginjak Kepala Tiga

Beauty 4.0 kini tidak lagi fokus pada sudut pandang dokter. Tidak lagi terikat pada sudut pandang dan keinginan individu saja. Tidak juga berorientasi hanya pada 1 atau 2 dimensi, namun multidimensional.

Lanny mempertegas tujuan dari Beauty 4.0, bagaimana para praktisi dapat memenuhi keempat dimensi tersebut merupakan sebuah tantangan.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: