Pantau Flash
Resmi! Jokowi-Ma'ruf Jadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Marquez Juara GP Jepang, Honda Raih Gelar Konstruktor MotoGP 2019
Presiden Jokowi Janji Umumkan Nama Menteri Kabinetnya Besok
Jelang Pelantikan Presiden, Bus Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
TNI-Polri Kerahkan Armada Udara Pantau Situasi Pelantikan Presiden

Iuran BPJS Naik 65 Persen untuk Kelas III, Lainnya Tetap 100 Persen

Headline
Iuran BPJS Naik 65 Persen untuk Kelas III, Lainnya Tetap 100 Persen Petugas BPJS Kesehatan (Foto: Instagram/BPJS Kesehatan)

Pantau.com - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (Kepala Biro KLI) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti memberi keterangan bahwa tidak semua iuran BPJS naik 100 persen. Kenaikan kelas III sebesar 65 persen, hanya Kelas I dan II yang naik 100 persen.

"Itu (kenaikan 100 persen) hanya berlaku untuk Kelas I dan Kelas II. Untuk kelas III, tidak sebesar itu. Untuk Kelas III, usulan kenaikannya adalah dari Rp25.500 menjadi Rp42.000, atau naik 65 persen," jelasnya.

Khusus untuk peserta mandiri Kelas III hanya akan naik menjadi sebesar Rp42.000, sama dengan iuran bagi orang miskin dan tidak mampu yang iurannya dibayar oleh Pemerintah. Bahkan bagi peserta mandiri Kelas III yang benar-benar tidak mampu dapat dimasukkan ke dalam Basis Data Terpadu Kementerian Sosial (Kemensos) sehingga berhak untuk masuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok, Raja Salman Ganti Menteri Energi dengan Putranya

Dalam menaikkan iuran ini, pemerintah mempertimbangkan 3 hal utama yaitu kemampuan peserta dalam membayar iuran (ability to pay), upaya memperbaiki keseluruhan sistem JKN sehingga terjadi efisiensi, serta gotong royong dengan peserta pada segmen lain.

"Pemerintah sangat memperhitungkan agar kenaikan iuran tidak sampai memberatkan masyarakat dengan berlebihan," jelasnya.

Ia menambahkan, jika ada peserta yang merasa benar-benar berat membayar, bisa saja peserta yang bersangkutan melakukan penurunan kelas, misalnya dari semula Kelas I menjadi Kelas II atau Kelas III; atau dari Kelas II turun ke Kelas III. 

Baca juga: Penghasil Minyak Utama Dunia Pertimbangkan Pangkas Produksi Lagi

Ia menekankan, kenaikan iuran BPJS ini diiringi dengan perbaikan sistem JKN secara keseluruhan sebagaimana rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), baik terkait kepesertaan dan manajemen iuran, sistem layanan dan manajemen klaim, serta strategic purchasing. 

Rencana kenaikan iuran ini juga adalah hasil pembahasan bersama oleh unit-unit terkait, seperti Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), (Kemenkes), dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) yang nantinya akan ditetapkan dengan Peraturan Presiden (Perpres).

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: