Forgot Password Register

Kapolri: Bom Bunuh Diri yang Melibatkan Wanita Pernah Terjadi Sebelumnya

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Antara/Puspa Perwitasari) Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Pantau.com - Fenomena bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya diketahui melibatkan wanita sebagai bomber. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, hal itu bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, pernah terjadi skema serupa di Istana Presiden Jakarta.

"Fenomena bom bunuh diri wanita ini juga bukan yang pertama, tapi ini yang berhasil," kata Tito kepada awak media dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Senin (14/5/2018).

Baca juga: 4 Pelaku Bom di Polrestabes Surabaya Tewas

Tito menuturkan, pada upaya serupa di Istana Kepresidenan Jakarta, berhasil digagalkan. Saat itu bomber wanita yang bernama Dian Yulia Novi (28) berusaha menyerang Istana. 

Wanita asal Jawa Barat itu kemudian ditangkap dan diamankan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dian dalam keadaan hamil saat itu. 

"Setelah di Mako brimob kemudian yang bersangkutan melahirkan. Waktu melahirkan bayi itu yang menolong dan mengurusi Novi dan bayinya itu adalah Iptu Sulastri, polisi yang dipukul itu, yang Polwan," ujarnya. 

Baca juga: Pantau Video: Aksi Polisi Selamatkan Bocah Perempuan dari TKP Bom Polrestabes Surabaya

Tito menambahkan, fenomena bom bunuh diri dengan menggunakan wanita juga bukan pertama kali terjadi di dunia. Tito menyebut Srilanka dan India pernah terjadi hal serupa.

"Di Siria (Suriah) dan Irak, beberapa wanita juga melakukan aksi," kata Tito.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More