Forgot Password Register

Kata INDEF, Utang Indonesia Masih Aman Sih tapi Asing Bisa Keluar

Kata INDEF, Utang Indonesia Masih Aman Sih tapi Asing Bisa Keluar Mata Uang Rupiah (Foto: Instagram/Kemenkeu)

Pantau.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) relatif masih aman.

"Kondisi utang pemerintah dianggap aman, tercermin dari rasio utang terhadap PDB yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, meskipun sempat naik di 2018 menjadi 29 persen," ujar Peneliti INDEF, Mohammad Fadhil Hasan dalam diskusi dengan media bertajuk "Tantangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial" di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Ia mengatakan rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas yang diperkenankan dalam UU sebesar 60 persen terhadap PDB.

Baca juga: Baca! Fakta Angka Kemiskinan Era Jokowi vs Susilo Bambang Yudhoyono

Namun, ia mengingatkan, mengukur utang tidak cukup hanya dengan melihat rasio, indikator-indikator lainnya juga harus diperhatikan salah satunya melalui surat utang pemerintah Indonesia yang dipegang oleh investor asing.

"Kondisi itu dapat membuat perekonomian Indonesia rentan terhadap gejolak eksternal. Asing bisa saja tiba-tiba keluar yang akhirnya mengancam keuangan negara," katanya.

Saat ini, lanjut dia, porsi kepemilikan investor asing di Surat Berharga Negara mencapai sekitar Rp965 triliun atau menggenggam 38 persen dari total beredar.

Menurut Mohammad Fadhil Hasan, utang pemerintah bisa dikurangi dengan mendorong penerimaan pajak. "Salah satu strateginya bisa dengan memberi insentif, yang akhirnya juga dapat mendorong penerimaan dari sisi pajak," katanya.

Baca juga: Kamu Salah Tebak! China Rupanya Masih Berstatus Negara Berkembang

Sementara itu, Ekonom INDEF, Eko Listiyanto mengatakan pemerintah yang cukup gencar menerbitkan surat utang dapat membuat beban bunga utang membengkak. Apalagi, tingkat bunga utang Indonesia tercatat sebesar delapan persen dengan tenor 10 tahun, cukup tinggi dibandingkan negara tetangga.

Ia menyebutkan tingkat bunga surat utang Malaysia sebesar empat persen, Filipina sebesar 6,2 persen, Thailand sebesar 2,2 persen, dan Vietnam sebesar lima persen.

"Padahal peringkat investasi Indonesia masuk kategori investment grade , harusnya beban bunga surat utang bisa lebih rendah dari delapan persen," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More