Pantau Flash
Kemendikbud Sebut UN Akan Diganti Sistem Penalaran
88 Proyek Strategis Nasional Bernilai Rp421,1 Triliun Selesai Akhir 2019
Herry IP: Wahyu/Ade Tidak Jauh Berbeda dengan Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra
Dipermak Vietnam 0-3, Timnas U-22 Indonesia Gagal Raih Emas
Vokalis Roxette Meninggal Dunia Usai 17 Tahun Melawan Tumor

Menilik Angka Pernikahan di China yang Rendah di Tengah Populasi Terbanyak

Headline
Menilik Angka Pernikahan di China yang Rendah di Tengah Populasi Terbanyak Alibaba Group Co-Founder dan Ketua Eksekutif Jack Ma menghadiri upacara pernikahan kelompok untuk karyawan perusahaan di Hangzhou. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Angka pernikahan di China sangat rendah, terutama di sejumlah daerah yang mengalami kemajuan secara ekonomi.

Biro Pusat Statistik Nasional (NBS) dan Kementerian Kependudukan China (MCA) mencatat bahwa pada 2018 hanya terdapat rata-rata 7,2 orang yang menikah dari 1.000 orang. Angka pernikahan itu menjadi angka terendah di China dalam 10 tahun terakhir, demikian media resmi setempat, Selasa, 16 Juli 2019.

Di Kota Shanghai sebagai daerah setingkat provinsi yang paling maju perekonomiannya di China, tercatat dari 1.000 orang hanya 4,4 orang yang menikah, disusul oleh Provinsi Zhejiang di angka 5,9 orang.

Angka pernikahan juga sangat rendah di Provinsi Guangdong, Kota Beijing, dan Kota Tianjin yang merupakan daerah maju di China.

Baca juga: Begini Jawaban China atas Penjualan Senjata AS ke Taiwan

Profesor Yuan Xin dari Nankai University, Tianjin, mengemukakan bahwa alasan utama rendahnya angka pernikahan terjadi lantaran banyaknya orang yang tidak ingin menikah.

Menurut dia, warga berlatar belakang pendidikan tinggi biasanya memilih tidak buru-buru menikah. Hampir 40 persen perempuan lulusan perguruan tinggi masih bekerja atau sedang mengejar gelar doktor sehingga mereka memilih berumah tangga dengan pria yang memiliki latar belakang pendidikan setara.

Alasan itu pula yang membuat perempuan berpendidikan di China butuh waktu lama mendapatkan jodoh.

Usia rata-rata menikah bagi penduduk Shanghai pada 2015 adalah 30,3 tahun untuk pria dan 28,4 tahun untuk wanita. Federasi Perempuan Shanghai (SWF) mencatat usia rata-rata itu mundur lima tahun untuk pria dan 5,4 tahun untuk wanita dibandingkan 2005.

Baca juga: Diskriminasi Kembali Terjadi di Australia, Dokter Lulusan China Tiarap

Saat ini terdapat sekitar 7 persen perempuan berusia 30-35 tahun di China tidak menikah, atau lebih dari 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan 1990.

Akselerasi urbanisasi menjadi beban ekonomi tersendiri bagi warga yang tinggal di perkotaan sehingga minat untuk menikah dan memiliki keturunan makin rendah.

Survei Liga Pemuda Komunis China (CYLC) pada 2018 mendapati 69,5 persen responden menyatakan tidak menikah hingga menemukan alasan yang bisa mereka terima.

Selain itu survei tersebut juga menemukan 15,6 persen responden merasa nyaman hidup sendirian.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: