Pantau Flash
Resmi! Jokowi-Ma'ruf Jadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Marquez Juara GP Jepang, Honda Raih Gelar Konstruktor MotoGP 2019
Presiden Jokowi Janji Umumkan Nama Menteri Kabinetnya Besok
Jelang Pelantikan Presiden, Bus Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
TNI-Polri Kerahkan Armada Udara Pantau Situasi Pelantikan Presiden

Miliki Sejarah Luar Biasa, Erick Thohir Tertarik Kelola Persis Solo

Miliki Sejarah Luar Biasa, Erick Thohir Tertarik Kelola Persis Solo Erick Thohir. (Foto: Pantau.com/Willa Wildayanti)

Pantau.com - Pengusaha nasional, Erick Thohir, mengungkapkan ketertarikannya untuk membantu memajukan tim Persis Solo yang kini berkompetisi di Liga 2 Indonesia. Pasalnya, klub tersebut memiliki sejarah luar biasa.

"Saya tertarik membantu tim Persis Solo karena mempunyai sejarah yang luar biasa, yakni sebanyak tujuh kali menjadi juara ajang sepak bola perserikatan sebelum Indonesia merdeka," kata Erick Thohir.

Erick Thohir yang juga pemilik tim Oxford Liga 3 Inggris tersebut datang ke Solo dan bertemu dengan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo serta pendiri PT Persis Solo Saestu (PSS) dengan maksud ingin membantu Persis Solo agar bisa menjadi juara lagi setelah Indonesia merdeka.

Baca juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah FIBA World Cup 2023, Ini Pesan Erick Thohir

Tim Persis Solo, kata dia, sangat menarik karena pernah menjadi juara perserikatan Indonesia, pada 1935, 1936, 1939, 1940, 1941,1942 dan 1943. Sedangkan, tim milik warga Solo ini, setelah merdeka belum pernah juara.

Menurut Erick Thohir, sebuah klub sepak bola penting mempunyai sejarah seperti Persis Solo. Masyarakat yang mendukungnya mungkin mempunyai mimpi agar tim bisa menjadi juara lagi. Namun tentunya untuk menjadi juara harus melalui proses yang panjang. Hal tersebut, kata dia, perlu fokus dan pengorbanan.

Baca juga: Ketua Panpel Persis Solo Mundur, Ini Penjelasannya

"Semua yang ditempuh harus mempunyai prinsip dasar yang sama. Persis yang berdiri sejak 1923 itu tentunya ingin menjadi juara lagi," katanya.

Lebih lanjut, Erick mengatakan dalam dunia olahraga harus ada pengelolaan secara profesional dan transparan. Sementara salah satu kegagalan olahraga di Indonesia adalah karena manajemennya yang selalu terjebak pada pola pikir atau kepentingan pribadi atau sekelompok orang saja.

"Ada langkah-langkah yang harus dilakukan. Kerja sama dengan para pemangku kepentingan, manajemen profesional, pengelolaan tim sepak bola, infrastruktur atau tempat latihan, dan stabilitas keuangan," tuturnya.

Soal suporter bola, dia berpendapat, juga sangat penting maknanya sehingga harus ada kerja sama simbiosis mutualisme baik untuk tim maupun masyarakat.

"Saya tertarik dengan Persis Solo karena ingin membantu memajukan sepakbola di Solo. Tim ini memiliki sejarah bagi Indonesia,"tuntasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Kontributor - RZS
Category
Olahraga