Forgot Password Register

Headlines

Pelaku Bom Bali: Terorisme Seperti Penyakit Komplikasi

Ilustrasi Teroris (Foto: Pixabay) Ilustrasi Teroris (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Mantan narapidana teroris yang menjadi praktisi deradikalisasi Ali Fauzi Manzi mengatakan terorisme bukan sebuah produk instan yang lahir dari sebuah keputusan tunggal melainkan hasil dari proses panjang. Bahkan Ali mengibaratkan terorisme sebagai sebuah penyakit yang sudah komplikasi.

"Bukan sim salabim. Perlu proses panjang yang perlahan-lahan mendorong seseorang berkomitmen pada aksi kekerasan atas nama Tuhan," kata Ali dalam diskusi publik bertema 'Memutus Mata Rantai Gerakan Terorisme, Mungkinkah?: Kegagalan dan Keberhasilan Deradikalisasi' yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Baca juga: Polisi: Ada 23 Terduga Teroris yang Ditangkap Pascabom Surabaya-Sidoarjo

Ali mengibaratkan terorisme sebagai sebuah penyakit yang sudah berkomplikasi. Terorisme tidak tunggal tetapi saling berkaitan. Karena itu, penanganan terorisme tidak bisa melalui metode tunggal tetapi harus melibatkan banyak aspek, perspektif, dan metodologi.

"Ibarat penyakit yang sudah komplikasi, perlu dokter spesialis dan kampanye pencegahan oleh mereka yang pernah mengalami penyakit ini. Saya salah satunya," kata Ali yang juga salah satu pelaku Bom Bali itu.

Baca juga: Komnas PA Desak DPR Segera Rampungkan RUU Terorisme

Ali mengatakan aksi-aksi teror yang terjadi dalam waktu belakangan, seperti di Surabaya dan Riau, bukan sebuah rekayasa melainkan dilakukan oleh orang-orang yang mengaku mujahidin yang sedang berjihad.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More