
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan upaya penanganan terorisme harus beradaptasi dengan perkembangan ancaman di ruang digital seiring perubahan pola penyebaran paham radikal dan aktivitas jaringan terorisme melalui internet.
Kepala BNPT Eddy Hartono menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara jaringan maupun simpatisan terorisme menjalankan aktivitasnya di Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Internet kini menjadi media yang paling efektif dimanfaatkan oleh jaringan maupun simpatisan terorisme untuk menyebarkan pengaruh dan menjalankan aktivitasnya."
Perubahan Pola Ancaman di Ruang Digital
BNPT menemukan pada tahun 2024 bahwa internet dimanfaatkan oleh jaringan maupun simpatisan terorisme untuk berbagai aktivitas, mulai dari rekrutmen anggota, propaganda, pendanaan terorisme, hingga perencanaan serangan.
Menurut Eddy Hartono, perubahan tersebut menuntut penyesuaian kebijakan penanganan terorisme dari pendekatan konvensional menuju penguatan pengawasan di ruang digital.
Ia mengatakan, "Jadi landscape kebijakan penanganan tentunya berubah dari konvensional sekarang ke ruang digital."
BNPT Dorong Literasi Keamanan Digital dan Ketahanan Keluarga
Sebagai bagian dari peningkatan literasi masyarakat, BNPT berpartisipasi dalam Seminar Gerakan Budaya Membaca yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal DPR RI di Jakarta pada 26 Mei 2026.
Seminar tersebut mengangkat tema Literasi Keamanan Digital dan Ketahanan Mental: Membangun Kesadaran Bermedia, Pengawasan Gim, dan Perlindungan Keluarga di Era Digital.
Deputi Bidang Persidangan Sekretariat Jenderal DPR RI Suprihartini menekankan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan di ruang digital.
Ia mengatakan, "Keamanan digital harus dimulai dari kesadaran diri kita pribadi, setiap orang memiliki peran sebagai penjaga ruang digitalnya untuk melakukan verifikasi informasi, menjaga kerahasiaan data, tidak mudah terpancing oleh provokasi, serta tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang keliru."
Melalui kegiatan tersebut, BNPT mengajak masyarakat menggunakan media digital secara bijak, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak, dan memperkuat ketahanan mental keluarga di tengah derasnya arus informasi di internet.
Seminar itu diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari kalangan pegawai di lingkungan DPR RI dan komunitas perpustakaan.
- Penulis :
- Arian Mesa





