HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Menjamin Regulasi Hak Cipta Berimbang, Google Dorong Penyusunan Kerangka yang Adil

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Menjamin Regulasi Hak Cipta Berimbang, Google Dorong Penyusunan Kerangka yang Adil
Foto: Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dalam pertemuan dengan Vice President of Government Affairs and Public Policy Google Markham Erickson di Jakarta, Rabu 22/7/2026 (sumber: Kementerian Hukum RI)

Pantau - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjamin pemerintah akan menyusun regulasi hak cipta yang berimbang bagi seluruh ekosistem, termasuk ekosistem digital, platform, dan penerbit, saat berdialog dengan perwakilan Google di Jakarta, Rabu (22/7).

Supratman menyampaikan pemerintah berkomitmen menghadirkan regulasi yang adil tanpa mengorbankan kepentingan salah satu pihak.

Ia mengungkapkan, "Saya jamin 100 persen pemerintah Indonesia akan membuat regulasi yang berimbang untuk semua ekosistem. Saya garansi 100 persen."

Pemerintah Hormati Kontrak yang Telah Berjalan

Supratman menyatakan tidak terdapat perbedaan mendasar antara tujuan pemerintah dengan langkah yang telah dikembangkan Google dalam mendukung ekosistem hak cipta.

Menurutnya, fitur yang memberikan pilihan kepada penerbit sejalan dengan arah regulasi yang sedang disiapkan pemerintah.

Pemerintah juga memastikan tetap menghormati seluruh kontrak kerja sama yang telah berlangsung antara platform dan penerbit.

Supratman menegaskan pemerintah tidak akan mengorbankan platform maupun penerbit dalam penyusunan regulasi tersebut.

Ia mengatakan, "Kami akan hargai (kerja sama) sampai kontrak berakhir. Kami tidak akan mengubah tiba-tiba kontrak itu dipaksa untuk berakhir karena pemerintah Indonesia menghargai kontrak."

Supratman menambahkan regulasi yang tengah disusun akan menjunjung prinsip keadilan dan transparansi bagi seluruh ekosistem hak cipta.

Google Siap Memberikan Masukan

Vice President of Government Affairs and Public Policy Google, Markham Erickson, menyampaikan Google mendukung pengembangan regulasi hak cipta yang mampu menghadirkan keseimbangan antara kepentingan pengguna, penerbit, dan platform.

Markham menjelaskan Google telah menyediakan berbagai fitur yang memberikan kendali penuh kepada penerbit atas pemanfaatan kontennya di layanan Google.

Ia mengungkapkan, "Jangan terburu-buru untuk bisa mengeluarkan peraturan. Kami siap memberikan feedback dan input kepada pemerintah Indonesia untuk bisa mencari balance framework atau kerangka yang berimbang."

Menurut Markham, regulasi hak cipta di Indonesia harus disusun secara berimbang agar pengguna tetap memiliki pilihan memperoleh akses informasi seluas mungkin, penerbit memiliki kontrol terhadap perkembangan industri, serta platform seperti Google tetap memperoleh dukungan untuk terus berinovasi.

Google juga menyebut telah menjalin sekitar 30 kerja sama komersial dengan para penerbit dan menilai mekanisme business to business (B2B) mulai berjalan dengan baik.

Ia mengatakan, “Kami di Google sudah memiliki 30 commercial deal dan kami melihat dengan perkembangan model bisnis, kami mungkin akan terus bertumbuh. Harapannya ke depan akan lebih banyak deal yang akan kami buat dengan para publishers.”

Penulis :
Leon Weldrick