Forgot Password Register

Pemerintah Lagos Nigeria Akhirnya Izinkan Penggunaan Hijab di Sekolah

Pemerintah Lagos Nigeria Akhirnya Izinkan Penggunaan Hijab di Sekolah Sejumlah siswa di Nigeria. (Foto: Reuters/Afolabi Sotunde)

Pantau.com - Hijab telah menjadi masalah serius dalam hubungan antara Muslim dan Kristen di Nigeria, terutama di barat daya di mana jumlah demografi penganut kedua agama seimbang.

Namun, berbeda dengan pemerintah Lagos di Nigeria yang mengeluarkan pernyataan bahwa hijab secara resmi menjadi bagian dari seragam sekolah untuk gadis-gadis Muslim yang ingin mengenakannya.

Surat edaran yang dipublikasikan pada Selasa (13 November 2018) meminta pengelola sekola dan guru untuk mengizinkan gadis-gadis Muslim yang ingin mengenakan hijab selama penutup kepala tersebut pendek, rapi, dan memiliki warna yang sama dengan baju seragam sekolah.

Keputusan itu mengikuti rekomendasi dari panel pemerintah mengenai krisis hijab yang telah mengguncang negara itu dalam beberapa tahun terakhir dan memuncak pada putusan banding pengadilan pada 2016 yang menjunjung tinggi hak konstitusional gadis Muslim untuk mengenakan penutup kepala mereka di sekolah.

Pengelola sekolah disarankan untuk menghentikan tindakan disipliner pada penggunaan hijab hingga keputusan akhir dari kasus ini ditetapkan oleh Mahkamah Agung. Dalam ederan tersebut juga disebutkan tidak boleh ada siswa yang mengalami diskriminasi dalam bentuk apapun atas dasar agama. 

Baca juga: Seluruh Dosen di Nigeria Lakukan Aksi Mogok Kerja, Ini Alasannya

Ketua Masyarakat Mahasiswa Muslim Nigeria (MSSN) Saheed Ashafa memuji keputusan pemerintah Lagos tersebut.

"Kami memuji sikap dan keteguhan pemerintah negara bagian dalam memastikan bahwa perselisihan yang dapat dihindari tidak mengganggu jalan menuju perdamaian di negara bagian Lagos," katanya, seperti dilansir Anadolu, Rabu (14/11/2018).

"Kami senang dengan kemajuan ini anggota kami telah menjadi korban dari sikap yang memalukan. Segala perlakuan buruk terhadap mereka, pelecehan, penghukuman, dan penolakan untuk masuk ke kelas karena memakai jilbab akan berhenti," tambahnya.

Tahun lalu, seorang Muslim bernama Firdaus Amosa dilarang menghadiri sebuah acara di Ibu Kota Abuja, yang menyebabkan sejumlah kontroversi dan kasus-kasus hukum.

Tahun ini, dia diundang kembali ke acara tersebut setelah dewan negara di bidang pendidikan hukum mundur dari pendirian awal mereka.

Pada Senin (12 November 2018) sebuah gedung di Universitas Ibadan ditutup setelah sejumlah gadis Muslim datang ke kampus memakai hijab.

Baca juga: Nigeria Umumkan Status Darurat Krisis Air Nasional

Share :
Komentar :

Terkait

Read More