Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Perubahan Iklim, PBB: Satu Juta Spesies Hewan Diambang Kepunahan

Perubahan Iklim, PBB: Satu Juta Spesies Hewan Diambang Kepunahan Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sebanyak satu juta spesies hewan dan tanaman terancam punah sementara kegiatan manusia memberi sumbangan bagi ancaman terhadap alam, kata satu laporan PBB pada Senin, 6 Mei 2019.

Laporan tersebut menarik perhatian dari seluruh dunia sebab itu adalah laporan pertama PBB yang menyeluruh mengenai keragaman hayati.

"Rata-rata sebanyak 25 persen spesies di kelompok tanaman dan hewan yang diperiksa terancam, sehingga muncul perkiraan bahwa satu juta spesies sudah menghadapi kepunahan, banyak dalam beberapa dasawarsa, kecuali tindakan dilakukan guna mengurangi kuatnya pengendali hilangnya keragaman hayati," kata laporan itu, yang dikumpulkan oleh 145 ahli dari 50 negara.

Baca juga: Tidak Main-main! Warna Biru di Lautan Bakal Hilang

Ulah manusia membuat lebih banyak spesies terancam punah di seluruh dunia, lebih banyak daripada yang pernah disusun dalam kajian sistematis dari 15.000 sumber pemerintah dan ilmiah, kata laporan tersebut, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki.

Laporan itu menyoroti angka peningkatan perubahan global pada alam selama 50 tahun belakangan ini dan berpendapat bahwa perubahan pemanfaatan lahan memiliki dampak paling negatif pada alam sejak 1970, lalu diikuti oleh eksploitasi langsung organisme, perubahan iklim, polusi dan spesies penyerbu.

Konflik bersenjata juga memiliki dampak negatif pada ekosistem dan memiliki dampak tidak langsung seperti perpindahan manusia.

Baca juga: Efek Perubahan Iklim, Peneliti: 90 Persen Penyu akan Terlahir Betina

"Dalam 50 tahun belakangan ini, penduduk manusia telah berlipat ganda, ekonomi global telah tumbuh hampir empat-kali lipat dan perdagangan global tumbuh 10-kali lipat, dan secara bersama meningkatkan tuntutan bagi energi dan material," kata laporan itu.

Ditambahkan, alam dapat dilestarikan, dipulihkan dan dimanfaatkan secara berkesinambungan dengan tindakan bersama bagi perubahan sektor ekonomi, sosial, politik dan teknologi.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: