Pantau Flash
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun
Erick Thohir: Kasus Motor Harley Davidson Termasuk Kriminal
Polda Jabar Sebut Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi 15 Desember 2019

PHE ONWJ Bakal Percepat Penutupan Sumur YYA-1

PHE ONWJ Bakal Percepat Penutupan Sumur YYA-1 Anjungan PAPA, Flowstation Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di lepas pantai Karawang, Jawa Barat. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Pantau.com - PT Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) berhasil mempercepat pengeboran sumur baru relief well (RW) YYA-1RW, yang berfungsi menutup sumur YYA-1.

VP Relations Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya menyatakan, hingga saat ini PHE ONWJ telah melakukan pengeboran sumur baru YYA-1RW mencapai kedalaman sekitar 624 meter dari target 2.765 meter.

"Kami akan mengontrol sumur YYA-1 melalui sumur baru YYA-1RW ini, sehingga nanti bisa secepatnya menutup sumur agar tidak lagi menumpahkan minyak,” ujar Ifki Sukarya berdasarkan informasi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Menurut Ifki, sumur baru dibor secara miring menuju lokasi lubang sumur YYA-1 hingga mencapai titik kedalaman tanah tertentu untuk menutup sumur YYA-1. Pengeboran sumur baru itu telah dimulai sejak Kamis (1/8/2019) pukul 14.00 WIB atau dua hari lebih cepat dari jadwal semula.

Baca juga: Pertamina Akan Bersihkan Kontaminasi Minyak PHE ONWJ di Kerangan 14 Hari

Pengeboran sumur relief well YYA-1RW merupakan upaya PHE ONWJ untuk menghentikan gelembung gas di sumur YYA-1 setelah selama satu minggu terakhir melakukan survei untuk menentukan titik sumur dan penempatan menara bor (rig).

“Pemilihan lokasi pengeboran sumur baru itu telah melalui kajian keamanan dari tiga aspek yakni HSSE, subsurface dan seabed survey,” imbuh Ifki.

PHE ONWJ memakai perusahaan well control kelas dunia untuk mematikan sumur YYA-1 itu yakni Boots & Coots. Perusahaan asal AS itu berpengalaman dan telah terbukti menghentikan insiden serupa sumur YYA-1, dengan skala jauh lebih besar di Teluk Meksiko.

Setelah sumur baru YYA-1RW mencapai titik kedalaman sumur YYA-1 yang ditentukan, maka akan dipompakan lumpur berat dari sumur baru untuk mematikan sumur YYA-1.

"Nanti, setelah sumur YYA-1 dinyatakan mati akan dilakukan monitoring selama 24 jam penuh, sebelum dilanjutkan ke proses plug and abandon atau penutupan sumur secara permanen," tegas Ifki.

Baca juga: Pertamina Hulu Energi Percepat Rencana Tajak Pengeboran Relief Well YYA-1RW

PHE ONWJ terus berupaya secara optimal menahan tumpahan minyak sumur YYA-1 agar tidak melebar ke perairan yang lebih luas dengan melakukan strategi proteksi berlapis di sekitar anjungan serta mengejar, melokalisasi, dan menyedot ceceran minyak yang melewati batas sabuk oil boom di sekitar anjungan YYA-1.

Selain penanganan kontrol sumur, PHE ONWJ juga melakukan penanganan oil spill di offshore dan onshore. Di offshore penanganan dilakukan dengan menggunakan 4.200 meter static oil boom di lapisan pertama dan 400 meter static oil boom di lapisan kedua untuk mengejar minyak yang lolos IMT juga memasang moveable oil boom 700 meter.

Sebagai langkah antisipasi IMT juga memasang satu set oil boom sepanjang 400 m di sekitar FSRU Nusantara Regas, 4 skimmer dan 44 kapal. Sedangkan di onshore menggunakan, 2670 meter oil boom di muara sungai dan pembersihan bersama dengan masyarakat dan pihak terkait.

Untuk mendapat infomasi mengenai penangangan sumur YYA-1, Pertamina membuka Media Center di Kantor PHE Tower Lt Mezanine. Jl TB Simatupang Kav 99, PS Minggu, Jakarta Selatan dan di Kantor Pusat Pertamina Gd Perwira 6, Lt 1 Jl Medan Merdeka Timur No.1A Jakarta Pusat. Adapun media update dilakukan setiap hari di Jam 11.00 WIB.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: