Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

Pertamina Akan Bersihkan Kontaminasi Minyak PHE ONWJ di Kerangan 14 Hari

Headline
Pertamina Akan Bersihkan Kontaminasi Minyak PHE ONWJ di Kerangan 14 Hari Pekerja Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memantau sekaligus mengawal warga yang membantu membersihkan ceceran tumpahan minyak di sepanjang Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/82019).(Foto: Antara/Humas Pertamina

Pantau.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil (Emil) mengatakan PT Pertamina akan menyelesaikan masalah di perairan utara Karawang yang terkontaminasi minyak mentah tumpahan dari kegiatan eksplorasi Pertamina Hulu Energi Offhsore North West Java (PHE ONWJ) di lepas Pantai Cilamaya dalam waktu 10-14 ke depan.

"Pertanyaan warga yang pertama kapan ini selesai? Posisi hari ini sedang ada pengeboran rescue baru 30 persen dari 100 persen. Itu kurang lebih dalam 10 sampai 14 hari mungkin maksimal, Insyaallah akan selesai," kata Gubernur Emil seusai melakukan dialog dengan warga terdampak pencemaran minyak di Kantor Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Rabu (7/8/2019).

Baca juga: Pertamina Hulu Energi Percepat Rencana Tajak Pengeboran Relief Well YYA-1RW

Oleh karena itu, kata Gubernur Emil warga tidak perlu khawatir karena Pertamina sudah melibatkan tenaga ahli berpengalaman yang biasa menanggulangi bencana perminyakan dari Amerika Serikat.

"Siapa yang mengerjakan untuk mengatasi masalah ini. Kita harus apresiasi Pertamina karena Pertamina mempekerjakan orang Amerika, jadi mereka menyewa engineer dari Amerika untuk mengatasi masalah di sini. Dan itu bayarannya mahal," kata Gubernur Emil.

Dia mengatakan tenaga ahli dari Amerika Serikat tersebut pernah menangani masalah kebocoran minyak di Teluk Meksiko.

Dia menuturkan selama kurun waktu tersebut tenaga ahli dari Amerika Serikat tersebut akan berupaya menyumbat minyak dengan membuat sumur bor baru di dekat lokasi kebocoran dengan kedalaman mencapai tiga ribu meter.

"Teorinya itu bukan berarti bisa menutup langsung disumbat, itu tidak bisa langsung disumbat. Tapi dia bikin sumur kedua dibor miring sampai ketemu titik tikung untuk menutup. Itu penjelasan sederhana dari ahlinya yang diutarakan ke saya," kata dia.

Baca juga: Jaminan Pertamina Soal Komitmen Tanggung Jawab atas Tumpahan Minyak

Sementara itu, Presiden Direktur PT Pertamina EP (PEP) Nanang Abdul Manaf mengatakan pihaknya juga terus berupaya bekerja cepat untuk menyelesaikan masalah minyak yang mencemari laut utara Karawang tersebut.

"Kami usahakan karena kami ingin cepat dan aman. Kami usahakan bisa sesuai target. Mohon doanya dari semuanya," kata Nanang.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: