
Pantau - Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Muhammad Taufiq menyebut rasio aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Papua lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Taufiq saat membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Kompetensi ASN Regional Papua yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Senin.
Muhammad Taufiq menyampaikan "Dari 42 kabupaten/kota pada enam provinsi di Tanah Papua, sebanyak 32 daerah memiliki rasio ASN lebih tinggi dibandingkan data nasional,".
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data BPN dan BPS tahun 2024 rasio ASN di Papua sekitar satu ASN melayani 10 warga.
Ia menyebut Kabupaten Waropen dan Kabupaten Supiori memiliki rasio ASN yang sangat tinggi.
Kabupaten Waropen memiliki rasio sekitar 11,64 ASN melayani 100 penduduk.
Kabupaten Supiori memiliki rasio sekitar 11,36 ASN melayani 100 penduduk.
Ia menjelaskan bahwa secara nasional satu ASN melayani sekitar 50 hingga 54 warga.
Ia menambahkan bahwa secara nasional sekitar 1,7 ASN melayani 100 penduduk.
Ia menilai dengan jumlah aparatur yang relatif besar dibandingkan jumlah penduduk, pelayanan publik di wilayah Papua seharusnya dapat berjalan lebih optimal.
Muhammad Taufiq menyampaikan "Artinya secara logika masyarakat Papua seharusnya lebih makmur karena jumlah ASN banyak dan masyarakatnya relatif sedikit,".
Ketimpangan Kompetensi ASN
Meski demikian Muhammad Taufiq menilai masih terdapat tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan ASN di Papua.
Tantangan tersebut adalah ketimpangan kompetensi ASN di Papua.
Ketimpangan kompetensi tersebut terutama terlihat pada kemampuan teknis aparatur.
Ketimpangan juga terlihat pada penguasaan teknologi digital oleh aparatur.
Selain itu kualitas pelayanan publik juga masih perlu ditingkatkan.
Oleh karena itu ia meminta seluruh pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota di Tanah Papua untuk fokus meningkatkan kompetensi aparatur.
Peningkatan kompetensi aparatur dilakukan agar kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat diperbaiki.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah di wilayah Papua untuk menyamakan persepsi dalam pengembangan kompetensi ASN.
Melalui forum tersebut pemerintah daerah didorong untuk merumuskan kebutuhan pelatihan bagi ASN.
Pemerintah daerah juga didorong untuk menyinkronkan program pelatihan antar unit pengelola pelatihan.
Selain itu pemerintah daerah diminta untuk mensosialisasikan kebijakan pengembangan kompetensi aparatur.
Forum tersebut juga diharapkan dapat merumuskan solusi atas berbagai persoalan pengembangan sumber daya manusia ASN di wilayah Papua.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal apabila kualitas sumber daya manusia aparatur belum diperkuat.
Muhammad Taufiq menyampaikan "Anggaran sebesar apa pun masuk ke Papua, tetapi selama kualitas SDM ASN belum dikembangkan, tentu masyarakat tidak akan benar-benar sejahtera,".
Papua Tengah Hadapi Tantangan Tata Kelola Pemerintahan
Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah Silwanus Sumule mengatakan Papua Tengah sebagai provinsi baru yang terbentuk pada 2022 menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Tantangan tersebut terutama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang kuat dan efektif.
Ia menjelaskan kondisi geografis wilayah yang luas menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Selain itu masih terdapat sejumlah daerah yang terisolasi di wilayah tersebut.
Kondisi tersebut menuntut aparatur sipil negara memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Silwanus Sumule menyampaikan "ASN memegang peranan yang sangat strategis sebagai penggerak utama pembangunan daerah, sehingga pengembangan kompetensi aparatur menjadi sangat penting,".
Ia berharap melalui rapat koordinasi tersebut dapat lahir berbagai gagasan dan langkah konkret.
Gagasan dan langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengembangan kompetensi ASN di wilayah Papua.
Dengan demikian pelayanan publik kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan profesional.
- Penulis :
- Leon Weldrick







