Pantau Flash
Australia Terancam Dengan Model Jualan Daging Lewat Medsos di Indonesia
JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global

Polda Jatim Ringkus Seorang Pria Ancam Bunuh Jokowi Lewat Facebook

Headline
Polda Jatim Ringkus Seorang Pria Ancam Bunuh Jokowi Lewat Facebook Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap seorang guru SD Honorer asal Pamekasan, Chairil Anwar, yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo lewat akun facebook miliknya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat merilis penangkapan itu di Mapolda setempat, Minggu (19/5/2019), mengatakan pelaku memakai akun atas nama Putra Kurniawan untuk mengancam presiden dan menghina tokoh-tokoh lain.

Baca juga: Fakta-fakta Pria Pengancam Jokowi, dari Sembunyi hingga Dibela BPN

"Dia menghina Menkopolhukam dan Presiden Jokowi. Kami akan rumuskan ke ahli bahasa dan pidana setelah ini," ujarnya.

Menurut Barung, pelaku mengaku mengancam presiden karena ikut-ikutan ramainya politik serta menantang polisi untuk menangkapnya.

Di tempat sama, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susatya mengatakan pelaku ditangkap setelah kepolisian mendapat laporan terkait adanya ujaran kebencian terhadap presiden pada, 9 Mei 2019

"Kami profiling ternyata memakai akun Putra Kurniawan, guru SD honorer. Pada Sabtu, 18 Mei lalu kami menangkap di tempat kerjanya di sekolah dasar," ucapnya.

Sementara itu, pelaku Chairil Anwar mengaku nekat memosting ujaran kebencian dan mengancam presiden hanya untuk ikut-ikutan.

"Ikut-ikutan politik saja," katanya singkat.

Baca juga: Polisi Kembali Amankan Seorang Wanita dalam Kasus Video Ancam Jokowi

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dua pasal yakni pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 a ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: