Pantau Flash
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019
Hendra/Ahsan Melangkah ke Final Indonesia Open 2019
Polisi Kembangkan Kasus Sabu Nunung hingga Luar Kota
Kongres Luar Biasa PSSI Digelar di Ancol 27 Juli 2019
Duterte Sebut HAM PBB Bodoh

Fakta-fakta Pria Pengancam Jokowi, dari Sembunyi hingga Dibela BPN

Headline
Fakta-fakta Pria Pengancam Jokowi, dari Sembunyi hingga Dibela BPN Pria berjaket coklat lontarkan ucapan yang tak pantas. (Foto: Tangkapan Layar Video)

Pantau.com - Hermawan Susanto (25) mendadak tenar usai ditangkap polisi lantaran video dirinya yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

Hermawan melakukan aksi nyeleneh itu saat berdemonstrasi di depan gedung Bawaslu, Jumat, 10 Mei 2019. Sontak aksinya langsung menyita perhatian dan viral di media sosial.

Polisi pun bergerak cepat meringkus pemuda itu pada Minggu pagi, 12 Mei 2019. Berbagai fakta menarik pun terangkum dari penangkapan tersebut.

Baca juga: Video Pria Asal Poso Ancam Penggal Kepala Presiden Jokowi

1. Sembunyi di Rumah Kerabat Setelah Video Viral

Hermawan ditangkap di rumah kerabatnya, di Perumahan Metro Parung, Parung, Bogor, Jawa Barat, Minggu pagi, 12 Mei 2019. Saat itu, Hermawan bersembunyi di rumah tantenya karena khawatir setelah videonya viral di media sosial. 

"(Tersangka) saat ditangkap (berada) di rumah budhenya, saat sedang tidur-tiduran," ucap Wadir Krimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Ade menyebut Hermawan sengaja melarikan diri ke rumah saudaranya itu untuk menghilangkan jejak, usai mengetahui video yang memampang wajahnya viral di media sosial.

"Sengaja melarikan diri setelah tahu kalau video itu viral," ujar Ade.

Tersangka HS ketika dimintai keterangan. (Foto: Tangkapan layar video)

2. Bekerja di Sebuah Yayasan Keagamaan

Hermawan diketahui berprofesi sebagai karyawan di salah satu yayasan Badan Wakaf Al-Qur'an. Latar belakang pria itu diketahui usai dibekuk di kediaman kerabatnya yang berada di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat.

"Yang bersangkutan (HS) bekerja di sebuah yayasan badan wakaf Al-Qur'an di kawasan Tebet Timur, Jakarta," ucap Ade.

Akan tetapi, saat disinggung lebih jauh terkait latar belakang dan motif di balik aksi pengancaman itu, Ade enggan menjelaskan secara merinci dengan alasan hingga saat ini masih dalam pemeriksaan intensif.

"Tersangka masih dilakukan pendalaman untuk mengetahui motif dan latar belakang," kata Ade.

Baca juga: Kronologi Polisi Tangkap HS, Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi

3. Mengaku Khilaf Setelah Ditangkap

Hermawan kepada polisi, mengaku khilaf mengucapkan kata-kata tak pantas tersebut.

"Iya, saat ditangkap dia mengaku khilaf," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian kepada wartawan.

Rilis pengungkapan kasus ancaman presiden (Foto: Antara/Reno Esnir)

4. Dibela BPN Prabowo-Sandi

Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai aparat kepolisian saat ini memperlihatkan ketidakadilan penegakkan hukum, dalam penanganan kasus yang menyeret Hermawan Susanto, pria yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

"Dalam penegakan hukum yang paling penting adalah rasa keadilan, bagi saya polisi terang mempertontonkan ketidakadilan yang telanjang dan vulgar," ujar Dahnil saat dihubungi, Senin (13/5/2019).

Ia pun lantas membandingkan dengan beberapa kasus serupa yang menimpa beberapa pihaknya,namun aparat kepolisian tidak menindaklanjuti kasus tersebut.

"Tengok saja bagaimana seorang yang bernama Nathan, mengancam akan membunuh Fadli Zon, si Nathan itu aman dan tidak ada tindakan hukum sama sekali. Tengok bagaimana Victor Laiskodat dengan terang benderang melakukan fitnah, dia aman dari jeratan hukum," ungkapnya.

Tak hanya itu, bahkan BPN akan membantu proses hukum Hermawan.

Baca juga: Pria Pengancam Penggal Jokowi Ditangkap, BPN Sebut Ada Ketidakadilan

5. Terancam Hukuman Seumur Hidup

Hermawan Susanto kini harus meratapi ulah konyolnya di balik jeruji besi. Tak hanya terancam berlebaran di penjara, namun akibat perbuatannya, Hermawan terancam hukuman penjara seumur hidup.

Ia dianggap bermaksud melakukan makar dengan membunuh dan melakukan pengancaman pembunuhan terhadap kepala negara.

Hermawan Susanto dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena yang bersangkutan diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden.

Baca juga: Penggal, Tembak, hingga Meme, Ini 5 Kasus Penghinaan pada Jokowi

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: