Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gibran Terima Peneliti Rismon Sianipar di Istana Wapres Usai Klarifikasi Soal Ijazah Jokowi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gibran Terima Peneliti Rismon Sianipar di Istana Wapres Usai Klarifikasi Soal Ijazah Jokowi
Foto: (Sumber : Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima dan menggelar pertemuan dengan peneliti Rismon Sianipar di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko/pri..)

Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima peneliti Rismon Sianipar di Istana Wakil Presiden Jakarta pada Jumat setelah Rismon menyampaikan permohonan maaf terkait pernyataannya mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Rismon yang didampingi pengacara tiba di Istana Wakil Presiden sekitar pukul 10.00 WIB.

Pertemuan antara Gibran dan Rismon berlangsung secara tertutup dari awak media.

Sekitar 45 menit kemudian keduanya keluar dari ruangan Kantor Wakil Presiden dan menyapa awak media.

Gibran yang mengenakan setelan jas biru dongker dan kemeja putih berbincang singkat serta menjabat tangan Rismon.

Ia mengatakan, "Makasih, makasih, makasih. Pokoknya kita ini saudaraan. Sudah, enggak ada apa-apa lagi".

Setelah menyampaikan pernyataan tersebut Gibran memeluk Rismon.

Ia kemudian memberikan sebuah parsel besar kepada Rismon.

Gibran mengatakan, "Ini, kan mau pulang kampung".

Mendengar hal tersebut Rismon tertawa sambil membawa parsel yang diberikan meskipun terlihat sedikit kewalahan karena ukurannya yang besar.

Klarifikasi Rismon soal Ijazah Jokowi

Rismon sebelumnya menjadi tersangka atas tuduhan terkait ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf serta klarifikasi melalui kanal YouTube Balige Academy yang diunggah pada Rabu 11 Maret.

Dalam klarifikasinya Rismon menyampaikan sejumlah temuan baru yang dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akademik.

Salah satu temuan tersebut berkaitan dengan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo.

Menurut Rismon objek kajian seperti emboss dan watermark pada ijazah menunjukkan konsistensi yang mendukung bukti keaslian ijazah tersebut.

Ia mengatakan, "Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo, itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen, yang siap dicerca, dihina, dengan narasi-narasi sesuka mereka".

Gibran Tekankan Semangat Saling Memaafkan

Terkait permohonan maaf tersebut Gibran menyampaikan bahwa Ramadan merupakan waktu yang baik untuk saling memaafkan.

Ia mengatakan, "Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan".

Gibran juga menyampaikan apresiasi atas sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta kesediaannya meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik.

Menurutnya langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf