
Pantau - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan keprihatinan atas tindakan yang dinilainya kejam dan tidak beretika oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
JK Nilai Tindakan Tidak Beretika
Jusuf Kalla mengatakan, "Ini memang suatu hal yang menjadi bagian keprihatinan kita kepada masalah Amerika dengan sifat dan kekejaman yang dilakukan terhadap Iran," ujarnya.
Ia juga menyampaikan, "Kami tentu sangat bersedih bahwa Pemimpin Iran Ali Khamenei wafat," katanya.
Dari sisi etika, JK menilai tindakan tersebut tidak tepat karena perundingan terkait isu nuklir sedang berlangsung.
Ia menegaskan, "Dari segi etik, kalau sedang berunding, jangan serang. Ini memang keadaan yang bagi kita semua sangat memprihatinkan karena Amerika menyerang apa saja yang tidak sesuai dengan pandangan-pandangannya," tegasnya.
Latar Belakang Eskalasi Konflik
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran.
Salah satu serangan berupa tujuh roket menghantam Teheran dan area dekat kediaman Ali Khamenei.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan ke Israel serta sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi memulihkan kondisi keamanan yang kondusif.
Pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Ali Khamenei serta menetapkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama satu minggu.
- Penulis :
- Gerry Eka







