HOME  ⁄  Geopolitik

AS Jatuhkan Sanksi ke Komandan Milisi Irak atas Serangan terhadap Personel dan Kepentingan Amerika

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Jatuhkan Sanksi ke Komandan Milisi Irak atas Serangan terhadap Personel dan Kepentingan Amerika
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Warga Irak berunjuk rasa terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran di Baghdad, Irak, (4/4/2026) waktu setempat. Ribuan warga Irak melakukan aksi solidaritas terhadap Iran dan mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel. ANTARA FOTO/Xinhua/Khalil Dawood/sgd..)

Pantau - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap tujuh komandan milisi Irak yang bersekutu dengan Iran karena terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap personel, fasilitas, dan kepentingan AS di Irak.

Sanksi Bagian dari Operasi Economic Fury

Departemen Keuangan AS melalui Kantor Pengawasan Aset Asing menyatakan langkah ini merupakan bagian dari Operasi “Economic Fury” untuk menekan aktivitas milisi.

"Hari ini, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS menetapkan tujuh komandan milisi Irak yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengarahan, dan pelaksanaan serangan terhadap personel, fasilitas, dan kepentingan AS di Irak," ungkap pernyataan resmi tersebut.

Sejumlah nama yang masuk dalam daftar sanksi antara lain Ammar Jasim Kadhim Al Rammahi, Radhwan Yousif Hameed Almohammed, serta Hasan Dheyab Hamzah Hamzah dari Kata'ib Hizballah.

Selain itu, Safaa Adnan Jabbar Suwaed dari Asa'ib Ahl Al-Haqq, Khalid Jameel Abed Albakhatra dan Saeed Kadhim Mukhamis dari Kata'ib Sayyid Al-Shuhada, serta Husham Hashim Jaythoom dari Harakat Al-Nujaba juga turut dikenai sanksi.

Tuduhan Serangan dan Dukungan Iran

Dalam pernyataannya, AS menuding kelompok milisi tersebut kerap melakukan serangan terhadap personel AS dan warga sipil di Irak.

"Kelompok milisi ini beroperasi hampir tanpa hukuman, menyerang personel AS dan warga sipil yang tidak bersalah di seluruh Irak, menyedot kekayaan Irak untuk membiayai kegiatan teroris mereka, dan merusak kedaulatan serta proses demokrasi Irak," demikian pernyataan itu.

AS juga menyebut organisasi tersebut menerima pelatihan dan pendanaan dari Iran serta mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap pasukan AS dan Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tekanan ekonomi terhadap Iran dan jaringan yang berafiliasi dengannya.

Penulis :
Ahmad Yusuf