
Pantau - Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mendesak China untuk meningkatkan peran dalam membantu mengakhiri perang di Ukraina dengan memanfaatkan pengaruhnya terhadap Rusia.
Desakan Italia kepada China
Tajani menyampaikan permintaan tersebut secara langsung kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat kunjungannya ke Beijing pada Kamis.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan lebih kuat dari Beijing dalam mendorong negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina.
"Saya secara eksplisit meminta Menteri Luar Negeri Wang Yi untuk secara kuat mendukung upaya Beijing dalam membawa perdamaian dan stabilitas ke Ukraina. Saya berharap China dapat berbuat lebih banyak untuk meyakinkan Presiden Putin agar bernegosiasi secara serius," ungkapnya.
Kunjungan Tajani ke China dimulai di Beijing dan dilanjutkan ke Shanghai pada Jumat sebagai bagian dari agenda diplomatik.
Sorotan Konflik Timur Tengah dan Dampak Global
Selain isu Ukraina, Tajani juga menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk Iran, Selat Hormuz, dan Lebanon.
Ia menyebut gencatan senjata sementara sebagai langkah awal menuju perdamaian yang lebih luas di kawasan tersebut.
"Untuk mengakhiri perang-perang ini, kita harus terlebih dahulu mengonsolidasikan gencatan senjata yang dapat mengarah pada kondisi perdamaian yang lebih stabil," ujarnya.
Tajani menambahkan bahwa usulan gencatan senjata selama 10 hari di Lebanon merupakan "cara yang tepat untuk memulai kembali di Timur Tengah".
Terkait Iran, ia menyampaikan harapan hati-hati terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan jangka panjang dengan Amerika Serikat.
"Saya berharap ini dapat bertahan, demi keselamatan banyak warga sipil yang tidak bersalah dan pemulihan ekonomi global. Kita membayar harga yang sangat mahal," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ketidakstabilan global berdampak besar terhadap sektor energi dan pertanian dunia.
Sebagai penutup, Tajani menegaskan kembali dukungan Italia terhadap integrasi pertahanan Eropa dalam NATO serta menyebut spekulasi penarikan besar-besaran pasukan Amerika Serikat dari Eropa sebagai "tidak realistis".
- Penulis :
- Leon Weldrick








