
Pantau - Pemerintah Iran menuntut Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas pembunuhan pejabat Iran menyusul serangan yang terjadi pada akhir Februari 2026.
Iran Desak Pertanggungjawaban Internasional
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan tindakan kedua negara tersebut merupakan pelanggaran serius hukum internasional.
“Kita harus melakukan ini. Bukan hanya Iran, tetapi seluruh komunitas internasional menuntut pertanggungjawaban. Apa yang dilakukan AS dan Israel adalah kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan internasional, serta kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ungkapnya.
Ia juga merujuk pada Pasal Umum 1 Konvensi Jenewa 1949 yang mewajibkan seluruh negara menghormati hukum humaniter internasional.
“Karena tindakan AS dan Israel melanggar prinsip tersebut, saya percaya semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa harus menyerukan pertanggungjawaban mereka,” lanjutnya.
Latar Belakang Konflik dan Dampaknya
Serangan yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 menargetkan sejumlah lokasi di Iran termasuk Teheran dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan.
Dalam peristiwa tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur.
Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Upaya deeskalasi sempat dilakukan melalui pembicaraan antara Iran dan AS di Islamabad pada 11 April setelah kesepakatan gencatan senjata dua pekan diumumkan.
Namun, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan perundingan tersebut gagal mencapai kesepakatan sehingga delegasi AS kembali tanpa hasil.
- Penulis :
- Aditya Yohan








