HOME  ⁄  Geopolitik

Hizbullah Ajukan Syarat Penghentian Perang dengan Israel, Tegaskan Tolak Dialog Langsung

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hizbullah Ajukan Syarat Penghentian Perang dengan Israel, Tegaskan Tolak Dialog Langsung
Foto: (Sumber : Wilayah penyerbuan Hizbullah di Israel utara. ANTARA/Anadolu/py/am..)

Pantau - Hizbullah mengungkapkan sejumlah syarat utama untuk mengakhiri konflik dengan Israel, termasuk penghentian agresi dan penarikan pasukan dari wilayah Lebanon.

Syarat Penghentian Konflik

Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menyampaikan bahwa pihaknya menetapkan beberapa tuntutan sebagai prasyarat perdamaian.

"Syarat-syaratnya, yaitu penghentian penuh agresi, penarikan segera pasukan, pembebasan tahanan, pengembalian para pengungsi, dan rekonstruksi," ungkapnya melalui siaran video, Senin (13/04/2026).

Ia menegaskan Hizbullah akan terus melakukan perlawanan selama Israel masih menyerang dan menduduki wilayah Lebanon.

Qassem juga menyebut konflik yang terjadi sebagai bentuk agresi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Lebanon.

Tegaskan Penolakan Dialog dan Soroti Gencatan Senjata

Qassem menilai satu-satunya cara mengakhiri perang adalah dengan mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati pada 17 November 2024.

Ia juga menegaskan penolakan Hizbullah untuk berdialog langsung dengan Israel.

"Pihak perlawanan telah memulihkan dirinya secara diam-diam dan sistematis dan ketika kami mendapat peluangnya, kami akan menangkap tentara musuh," ujarnya.

Di tengah ketegangan, pertemuan antara perwakilan Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung di Washington untuk membahas potensi kesepakatan damai melalui mediator internasional.

Menjelang perundingan tersebut, aksi unjuk rasa pro-Hizbullah dilaporkan terjadi di Beirut sebagai bentuk dukungan terhadap sikap kelompok tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf