
Pantau - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berpotensi diperpanjang jika kedua pihak mencapai kemajuan dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Syarat Perpanjangan Gencatan Senjata
Dalam pernyataan resminya, Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa perpanjangan gencatan senjata bergantung pada kesepakatan bersama serta kemampuan Lebanon dalam menegakkan kedaulatan.
"Periode awal ini dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama antara Lebanon dan Israel jika ada kemajuan dalam negosiasi dan jika Lebanon secara efektif menunjukkan kemampuannya untuk menegaskan kedaulatannya," demikian pernyataan tersebut.
AS juga menyebut kedua negara telah meminta fasilitasi untuk melanjutkan pembicaraan langsung guna menyelesaikan berbagai isu yang masih tertunda.
Komitmen dan Ketegangan di Lapangan
Dalam pernyataan yang sama, Israel menegaskan tetap memiliki hak untuk membela diri dari ancaman yang dianggap membahayakan.
“Israel akan mempertahankan haknya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna membela diri, kapan pun, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung. Hak ini tidak akan terhalang oleh penghentian permusuhan," menurut pernyataan tersebut.
Namun, Israel juga menyatakan tidak akan melakukan serangan militer terhadap target di Lebanon selama masa gencatan senjata berlangsung.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pada Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 04.00 WIB.
Trump juga menyampaikan rencana untuk mengundang Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington guna melanjutkan pembicaraan damai.
- Penulis :
- Aditya Yohan








