
Pantau - Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen memperingatkan bahwa wilayahnya berpotensi menjadi target berikutnya Amerika Serikat setelah Venezuela, menyusul kembali mencuatnya keinginan Presiden AS Donald Trump untuk menguasai Greenland.
Kekhawatiran Meluas di Tengah Ambisi AS
Nielsen mengungkapkan bahwa kekhawatiran tersebut tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga meluas di kalangan masyarakat Greenland.
Ia mengatakan, "kami mungkin berikutnya," ungkapnya, seraya menambahkan bahwa negara lain kemungkinan memiliki pemikiran serupa dan situasi ini dinilai sangat disayangkan.
Keinginan Amerika Serikat untuk mengendalikan Greenland disebut telah memicu dampak psikologis yang signifikan di tengah masyarakat.
Sebagian warga dilaporkan merasa takut dan tidak aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bahkan, beberapa orang disebut ragu meninggalkan anak mereka di taman kanak-kanak.
Selain itu, sejumlah acara sosial seperti pesta dan pertemuan juga dibatalkan akibat meningkatnya kecemasan.
Nielsen menggambarkan kondisi emosional masyarakat yang kian memburuk dengan menyatakan, "Banyak orang merasa tidak aman. Sebagian merasa takut. Kini, bagi banyak orang, perasaan itu berubah menjadi kemarahan," ungkapnya.
Penegasan Kedaulatan dan Keraguan terhadap NATO
Nielsen menegaskan bahwa Greenland tidak akan dijual atau diserahkan kepada negara mana pun dalam kondisi apa pun.
Pemerintah, lanjutnya, siap mengambil langkah jika terdapat ancaman terhadap infrastruktur penting di wilayah tersebut.
Ia juga menyoroti ketidakpastian dukungan dari aliansi militer Barat jika konflik benar-benar terjadi.
"Saya tidak tahu apakah NATO akan memberikan jaminan untuk berperang demi kami melawan sekutu lain. Kami semua masih sekutu," ujarnya.
Greenland diketahui merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.
Sementara itu, Presiden Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland memiliki nilai strategis penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat.
Pemerintah Denmark dan Greenland secara tegas menolak setiap upaya pengambilalihan, dengan menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah harus dihormati.
Ketegangan ini menjadi bagian dari dinamika geopolitik yang lebih luas di kawasan Arktik, di mana Amerika Serikat terus menunjukkan minat besar terhadap Greenland karena faktor strategis dan militer.
- Penulis :
- Leon Weldrick








